Cadangan Air Waduk Manggar Terus Menyusut, Diperkirakan Bertahan Tiga Bulan
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Kemarau panjang mulai berdampak terhadap air baku di Waduk Manggar, Balikpapan. Kini, telah mengalami penyusutan yang sangat signifikan hingga berada di bawah batas normal.
Staf Sumber Air Baku Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Jarot Hadi Wibowo menyatakan, dari kapasitas normal penampungan dengan ketinggian ideal 10,30 sentimeter, permukaan air kini turun drastis di level 9,58 sentimeter dengan kolam penampungan sekitar.
“Artinya menyusut secara kasarnya ada 2 sentimeter lah,” ungkapnya, Rabu (19/8/2026).
Dari penyusutan tinggi air itu, juga berdampak pada pengurangan debit air Manggar bahkan hingga kisaran hampir empat juta meter kubik, dengan rincian dari 16 juta meter kubik menjadi 12,977 juta meter kubik.
Dari sisa penampungan pada bendungan tadah hujan yang bertanda tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, kini diperkirakan hanya bisa bertahan kisaran 2,5 hingga tiga bulan ke depan.
“Itu perkiraan bila sama sekali tidak ada hujan,” bebernya.
Dengan laju penyusutan rata-rata mencapai dua hingga tiga sentimeter per hari, PTMB terus mengandalkan sisa cadangan air yang ada di dalam tampungan. Jika kondisi ini terus berlanjut, pihak pengelola harus bersiap mengambil langkah penyesuaian.
Jarot menjelaskan, PTMB terus berkoordinasi intensif dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) di Samarinda selaku pengelola utama waduk untuk mengantisipasi krisis air bersih ini.
“Kami hanya pemanfaatan, pengelola utamanya ada di Samarinda,” jelasnya.
Apabila level air terus menurun hingga batas tertentu, pihak pengelola berencana melakukan pengurangan debit produksi mulai bulan depan.
Kendati demikian, PTMB memastikan pengurangan debit tersebut tidak akan berdampak langsung kepada sambungan rumah tangga (SR) warga.
“Pengurangan debit yang mau diproduksi itu nanti menyasar pengambilan dari sumber tertentu, bukan langsung ke sambungan rumah. Selain itu, antisipasi kita masih bisa memakai sumber air dalam, sehingga sementara waktu tidak terlalu berpengaruh,” tuturnya.
Meskipun demikian, pihak PTMB mengimbau masyarakat agar tetap bijak menggunakan air bersih di tengah situasi kemarau panjang ini, sembari terus memantau perkembangan cuaca dan instruksi lanjutan dari instansi terkait.
Editor: Erwin










