Senin, 10/08/2026

Per Tahun Jumlah ASN yang Pensiun di Balikpapan 200 Orang, BKPSDM Andalkan Optimalisasi Pegawai

Senin, 10/08/2026

ASN di lingkup Pemkot Balikpapan, jumlahnya yang pensiun setiap tahun cukup besar. (dokkorankaltim)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Per Tahun Jumlah ASN yang Pensiun di Balikpapan 200 Orang, BKPSDM Andalkan Optimalisasi Pegawai

Senin, 10/08/2026

logo

ASN di lingkup Pemkot Balikpapan, jumlahnya yang pensiun setiap tahun cukup besar. (dokkorankaltim)

Penulis: La Eko

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus menyiapkan langkah menghadapi kemungkinan kebijakan efisiensi anggaran yang dapat berdampak pada kebutuhan dan pengelolaan sumber daya aparatur. 

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan Purnomo mengatakan, optimalisasi pegawai yang ada menjadi satu diantara langkah yang dapat dilakukan apabila kebijakan efisiensi kembali diterapkan. Kondisi tersebut perlu disikapi secara cermat karena Pemkot Balikpapan masih menghadapi kebutuhan pegawai, sementara setiap tahun terdapat aparatur yang memasuki masa pensiun. 

“Kalau ternyata diberlakukan efisiensi kami sudah tidak menambah pegawai. Satu tahun ini sudah tidak ada menambah pegawai sementara yang pensiun rata-rata 200 orang,” kata Purnomo Senin (10/8/2026). Pemerintah kota harus mengoptimalkan pegawai yang masih tersedia agar seluruh pekerjaan dan pelayanan pemerintahan tetap berjalan. 

Dicontohkan Purnomo, kalau dalam satu tim kerja terdapat pegawai yang pensiun, pegawai yang masih bertugas akan menjalankan tugas dalam tim tersebut agar pekerjaan tetap terlaksana. “Kalau misalnya dalam satu tim kerja itu ada dua yang pensiun, ya sisanya yang melaksanakan pekerjaan timnya. Supaya bisa jalan,” paparnya. 

Namun optimalisasi pegawai tidak berarti menerapkan sistem kerja rangkap atau double job secara sembarangan. Menurut dia, setiap pegawai tetap bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang menjadi tanggung jawabnya. “Bukan double job. Semua pekerjaan yang ada dalam tupoksinya, bukan semua sembarangan,” tegasnya. 

Istilah double job lebih tepat digunakan ketika seorang pegawai menjalankan jabatan utamanya sekaligus mendapat penugasan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) atau Pelaksana Harian (Plh) pada jabatan lain. Karena itu, Purnomo berharap setiap pegawai dapat bekerja secara optimal sesuai tanggung jawab dan jabatan masing-masing. 

“Kalau saya ingin semua pegawai kita kerjanya maksimal di dalam tupoksinya,” pungkas Purnomo. 

Editor: Aspian Nur

Per Tahun Jumlah ASN yang Pensiun di Balikpapan 200 Orang, BKPSDM Andalkan Optimalisasi Pegawai

Senin, 10/08/2026

ASN di lingkup Pemkot Balikpapan, jumlahnya yang pensiun setiap tahun cukup besar. (dokkorankaltim)

Share

Berita Terkait