Rabu, 05/08/2026
Rabu, 05/08/2026
Pemkot Balikpapan memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di kawasan Kariangau, Balikpapan Barat, melalui kolaborasi dengan Posco International, PT AGPA Refinery Complex, dan Yayasan GNI. (Foto: La Eko/Korankaltim.com)
Rabu, 05/08/2026

Pemkot Balikpapan memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di kawasan Kariangau, Balikpapan Barat, melalui kolaborasi dengan Posco International, PT AGPA Refinery Complex, dan Yayasan GNI. (Foto: La Eko/Korankaltim.com)
Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di kawasan Kariangau, Balikpapan Barat, melalui kolaborasi dengan Posco International, PT AGPA Refinery Complex, dan Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI).
Kerja sama tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan Indonesia Kariangau Water, Sanitation and Hygiene (WASH) Project yang akan berlangsung hingga Desember 2028.
Program ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama di Aula Balai Kota Balikpapan, Rabu (5/8/2026), yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah dan para mitra pelaksana.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, mengatakan kawasan pesisir seperti Kariangau masih menghadapi keterbatasan akses air bersih akibat intrusi air laut dan belum meratanya infrastruktur pendukung.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga berdampak pada kesehatan serta aktivitas belajar siswa.
“Karena itu kami mengapresiasi Posco International, PT AGPA Refinery Complex, dan Yayasan Gugah Nurani Indonesia yang menghadirkan solusi nyata melalui program ini,” ujarnya Rabu (5/8/2026).
Melalui program WASH, akan dibangun sistem filtrasi serta fasilitas water purifier siap minum di SMP Negeri 16 dan SMP Negeri 20 Balikpapan Barat. Fasilitas tersebut ditargetkan dapat dimanfaatkan lebih dari 950 siswa.
Selain mendukung sektor pendidikan, program ini juga mencakup pembangunan lima titik sumur bor beserta jaringan distribusi air yang akan melayani sekitar 40 kepala keluarga yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih.
Untuk memastikan keberlanjutan fasilitas, program juga membentuk lima Komite Pengelola Air (KPA) berbasis masyarakat yang akan bertanggung jawab mengoperasikan dan merawat sarana yang telah dibangun.
Agus menegaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan edukasi mengenai sanitasi dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Ia berharap masyarakat mampu menjaga sekaligus mengelola fasilitas secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Saya optimistis fasilitas ini akan memberikan manfaat jangka panjang. Kami juga meminta seluruh perangkat daerah untuk mengawal pelaksanaan program hingga selesai dan memastikan keberlanjutannya tetap terjaga,” katanya.
President Director PT AGPA Refinery Complex, Sang Real Kim, menyampaikan program WASH merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, perusahaan meyakini pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan akses air bersih yang aman.
Sebelumnya, perusahaan juga telah berkontribusi di bidang pendidikan melalui pembangunan fasilitas belajar serta peningkatan kapasitas guru berbasis teknologi informasi.
“Pengalaman tersebut kemudian menjadi dasar untuk memperluas dukungan pada sektor kesehatan lingkungan dan penyediaan air bersih,” katanya.
Sementara itu, Executive Director Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI), Febrina Fransisca Sianturi, menilai akses air bersih memiliki hubungan erat dengan kualitas pendidikan.
Ia menjelaskan, keterbatasan sarana air bersih di sekolah akan berdampak pada kebersihan lingkungan, penerapan PHBS, hingga kesehatan peserta didik yang pada akhirnya memengaruhi proses belajar mengajar.
“Kami melihat bahwa masalah air bersih tidak pernah berdiri sendiri. Ketika sekolah tidak memiliki akses air yang memadai, kebersihan sulit dijaga, perilaku hidup bersih menjadi tidak optimal, dan pada akhirnya memengaruhi kesehatan serta proses belajar anak-anak,” ucapnya.
Febrina menambahkan, selain membangun sarana fisik, program WASH juga membekali masyarakat dengan kemampuan mengelola fasilitas secara mandiri setelah program berakhir.
“Sehingga keberlanjutan manfaatnya dapat terus terjaga,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Rabu, 05/08/2026
Pemkot Balikpapan memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di kawasan Kariangau, Balikpapan Barat, melalui kolaborasi dengan Posco International, PT AGPA Refinery Complex, dan Yayasan GNI. (Foto: La Eko/Korankaltim.com)
TERPOPULER