Selasa, 04/08/2026

Bright Gas Drive-Thru: Saat Membeli LPG Semudah Layanan Cepat Saji

Selasa, 04/08/2026

Tasmih, warga Lamaru, membeli tabung si pink ukuran 5,5 Kg di Bright Gas Drive-Thru SPBU Batakan. (Foto: Hendra/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Bright Gas Drive-Thru: Saat Membeli LPG Semudah Layanan Cepat Saji

Selasa, 04/08/2026

logo

Tasmih, warga Lamaru, membeli tabung si pink ukuran 5,5 Kg di Bright Gas Drive-Thru SPBU Batakan. (Foto: Hendra/Korankaltim.com)

Penulis: Hendra

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Membeli tabung gas biasanya identik dengan aktivitas mengangkat, memindahkan lalu membawa pulang tabung LPG dari agen atau pangkalan. Namun pengalaman itu kini mulai berubah di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Kini, dari luasnya lahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 64.761.18 Batakan, Kecamatan Balikpapan Timur, berdiri satu bangunan berukuran 2x3 meter. Warna bangunan putih berpadu dengan merah muda atau pink. Bangunan serupa juga berdiri di SPBU 64.761.12 Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara.

Namanya Bright Gas Drive-Thru. Bangunan itu tanpa dinding. Hanya rangkaian besi berdiri seperti jeruji untuk menahan atap dan membebaskan aliran udara.

Bukan tanpa alasan, dalam bangunan itu terdapat LPG Bright Gas berbagai ukuran, mulai tabung 5,5 Kg, 12 Kg, hingga Bright Gas dalam bentuk kaleng dengan berat bersih 220 gram. Dibuat tanpa dinding agar gas langsung menguap jika ada tabung yang bocor.

Sebenarnya, Bright Gas juga memiliki fitur keamanan melalui teknologi Double Spindle Valve System (DSVS) yang memberikan perlindungan tambahan pada katup tabung. Produk tersebut tersedia dalam ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram serta menghasilkan api biru dengan panas yang merata.

Seorang petugas tampak melayani pembeli. Ia mengenakan rompi berwarna putih berpadu pink, dan sarung tangan sebagai standar keselamatan. Setiap tabung ia angkat untuk ditimbang sebelum menyerahkan tabung LPG pink itu ke konsumen.

Transaksi berlaku secara tunai ataupun digital dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Menariknya, pengendara tidak perlu lagi turun dari kendaraan untuk mendapatkan Bright Gas. Konsep layanan Drive-Thru yang biasanya identik dengan makanan cepat saji kini hadir untuk pembelian LPG non-PSO Pertamina.

Konsumen cukup masuk ke area layanan, melakukan transaksi, menerima tabung Bright Gas, kemudian melanjutkan perjalanan.

Bagi Tasmih, warga Lamaru, layanan tersebut bukan sekadar menawarkan kemudahan. Ia juga mendapatkan harga yang lebih hemat ketimbang membeli di agen, pangkalan, ataupun pengecer. 

“Alhamdulillah sangat membantu,” kata Tasmih yang membeli Bright Gas 5,5 Kg saat peresmian Bright Gas Drive-Thru di SPBU Batakan, Senin (3/7/2026). 

Tasmih mengatakan, Bright Gas tersebut akan digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Ia mengetahui informasi mengenai layanan dan harga khusus tersebut dari anaknya.

“Memakai gas untuk masak sehari-hari aja,” ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan Margareta, warga Balikpapan Regency. Ia mengetahui keberadaan Bright Gas Drive-Thru melalui media sosial Instagram.

Momentum pembukaan layanan itu menjadi kesempatan bagi Margareta untuk mendapatkan Bright Gas ukuran 5,5 kilogram dengan harga Rp90 ribu. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga normal yang mencapai Rp115 ribu per tabung.

“Saya tinggal di Balikpapan Regency. Saya tahunya ada Bright Gas Drive-Thru ini dari Instagram,” kata Margareta.

Menurut dia, layanan seperti itu layak diperluas karena memberikan pilihan yang lebih praktis bagi masyarakat. Ia berharap konsep penjualan Bright Gas secara Drive-Thru tidak hanya tersedia di SPBU, tetapi juga hadir lebih dekat dengan permukiman warga.

“Harapannya ya kalau bisa outlet seperti ini lebih banyak lagi,” tambah Margareta.

WhatsApp Image 2026-08-04 at 10.30.54.jpegBERAWAL DARI BALIKPAPAN
Kehadiran Bright Gas Drive-Thru di Balikpapan ternyata bukan sekadar konsep layanan baru. Program tersebut lahir dari gagasan tim Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, mengatakan Balikpapan menjadi pelopor karena ide awal layanan tersebut berasal dari tim di daerah ini.

“Balikpapan yang menjadi pelopor utama, karena melihat dari ide dari Bright Gas Drive-Thru ini adalah memang dari kawan-kawan tim Balikpapan,” kata Isfahani.

Ia menjelaskan, inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan untuk mengembangkan layanan penjualan Bright Gas sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi pengusaha SPBU.

“Sementara untuk target belum kita tetapkan karena ini masih piloting,” ujarnya.

Pertamina, lanjut Isfahani, masih menjadikan layanan tersebut sebagai proyek percontohan. Setelah melalui proses evaluasi, skema serupa diharapkan dapat diterapkan lebih luas.

Untuk tahap awal, Bright Gas Drive-Thru ditawarkan kepada pengusaha SPBU sebagai sumber pendapatan tambahan atau other income. Dengan demikian, pengelola SPBU tidak hanya mengandalkan penjualan bahan bakar minyak (BBM).

“Mereka selain mendapatkan dari penjualan BBM, juga mereka bisa mendapatkan tambahan lain dari penjualan Bright Gas,” katanya.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menargetkan konsep tersebut dapat direplikasi ke SPBU lain di seluruh Kalimantan. Pengembangan secara masif juga sejalan dengan program kerja Pertamina Patra Niaga untuk memperluas jaringan outlet Bright Gas.

“Tentunya kami harapkan ini kita akan replikasi ke seluruh SPBU se-Kalimantan dan bisa secara massif,” ujar Isfahani.

Menurut dia, perluasan outlet menjadi bagian penting untuk membuat Bright Gas semakin mudah ditemukan masyarakat. Pertamina ingin produk LPG non-PSO tersebut memiliki jangkauan distribusi yang lebih luas se-Indonesia.

“Karena memang salah satu program kerja kami dari Patra Niaga pusat adalah untuk bisa menyebarluaskan outlet ke seluruh pelosok dan Bright Gas juga dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.

STOK DIJAMIN AMAN
Di tengah upaya memperluas layanan, Pertamina memastikan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan Bright Gas.

Isfahani menegaskan, stok produk tersedia dengan aman. Sebagai produk non-subsidi, Pertamina memastikan keamanan pasokan Bright Gas untuk memenuhi permintaan konsumen.

“Bright Gas ini adalah produk non subsidi yang mana ketersediaan produknya dan security of supply-nya. Itu kami jamin, apapun permintaan dari konsumen kita akan melayani,” lanjut Isfahani.

Dari sisi fasilitas, konsep Drive-Thru juga dirancang agar tidak mengganggu aktivitas utama SPBU. Area layanan dibangun dengan memperhatikan ruang gerak kendaraan yang keluar setelah mengisi BBM.

“Kami memang memilih SPBU yang cukup luas untuk membangun Bright Gas Drive Thru supaya tidak mengganggu pengemudi untuk memanuver kendaraan ketika selesai mengisi BBM,” sambungnya.

WhatsApp Image 2026-08-04 at 10.30.54 (1).jpegDARI SPBU UNTUK MEMPERLUAS AKSES
Bagi Pertamina, keberadaan Bright Gas Drive-Thru juga menyimpan peluang lebih besar. Layanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan cara baru menjual LPG, tetapi juga strategi untuk memperkuat akses masyarakat terhadap Bright Gas.

Senior Manager Commercial Gas Sales PT Pertamina Patra Niaga, Alfinoza, mengapresiasi kolaborasi Regional Kalimantan dengan mitra usaha, baik di sektor retail fuel sales maupun retail gas sales.

Ia menyebut layanan tersebut sebagai bentuk sinergi yang berpotensi dikembangkan menjadi model percontohan untuk daerah lain.

“Jadi ide atas pelayanan penjualan red gas Pertamina secara drive-thru ini memang ini belum pernah dilakukan sebelumnya dan ke depannya ini akan kita coba masifkan, kita akan coba replikasi ke seluruh region yang ada di Indonesia tentunya,” sambung Alfinoza.

Alfinoza mengatakan, pengembangan jaringan outlet Bright Gas juga bertujuan memperkuat pengenalan produk LPG non-PSO Pertamina kepada masyarakat. Produk tersebut mencakup Bright Gas ukuran 5,5 kilogram, 12 kilogram, hingga 50 kilogram.

Menurut dia, SPBU Pertamina memiliki keunggulan dari sisi jaringan dan tingkat pengenalan masyarakat. Selama ini, ketika konsumen mencari Bright Gas, dua lokasi yang paling mudah diingat adalah SPBU Pertamina dan gerai modern seperti minimarket.

Dengan karakter tersebut, SPBU menjadi etalase strategis untuk memperluas akses Bright Gas.

“Jadi ini adalah salah satu langkah yang tepat sekali, karena secara image dan top of mind konsumen kita, sebenarnya SPBU itu sudah menjadi tempat pilihan utama, yang paling mudah dikenal dan paling diingat konsumen kalau beli Bright Gas itu di SPBU Pertamina,” jelas Alfinoza.

Alfinoza menilai SPBU memiliki potensi sebagai etalase yang kuat karena jaringan SPBU telah tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia.

Namun ia juga membuka peluang pengembangan layanan Bright Gas Drive-Thru di lokasi lain, tidak hanya SPBU.

“Bisa ada di tempat-tempat keramaian, di mal, ataupun di tempat-tempat yang memang di situ memungkinkan kita bisa bangun suatu tempat, untuk bisa bertransaksi untuk pelayanan penjualan Bright Gas,” lanjut Alfinoza.

Bagi konsumen seperti Tasmih dan Margareta, inovasi tersebut memberi gambaran sederhana tentang bagaimana layanan energi rumah tangga bisa semakin dekat dengan kebutuhan sehari-hari.

Bagi Pertamina, Bright Gas Drive-Thru menjadi langkah awal. Dari Balikpapan, konsep itu diharapkan tumbuh menjadi model yang dapat menjangkau lebih banyak konsumen di Kalimantan dan kemudian berkembang ke berbagai wilayah Indonesia. 

Bright Gas Drive-Thru: Saat Membeli LPG Semudah Layanan Cepat Saji

Selasa, 04/08/2026

Tasmih, warga Lamaru, membeli tabung si pink ukuran 5,5 Kg di Bright Gas Drive-Thru SPBU Batakan. (Foto: Hendra/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait