Sabtu, 01/08/2026
Sabtu, 01/08/2026
Tim Inafis Polresta Balikpapan melakukan olah TKP di lokasi kebakaran Pasar Sepinggan yang menghanguskan ratusan kios. (Januar/Korankaltim).
Sabtu, 01/08/2026

Tim Inafis Polresta Balikpapan melakukan olah TKP di lokasi kebakaran Pasar Sepinggan yang menghanguskan ratusan kios. (Januar/Korankaltim).
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN — Upaya tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polresta Balikpapan untuk mengusut tuntas insiden kebakaran yang melanda kawasan Pasar Sepinggan Balikpapan menghadapi masalah serius.
Pasalnya, Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang semestinya steril justru dalam kondisi bersih akibat dijarah oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab sebelum petugas kepolisian sempat melakukan olah TKP secara menyeluruh.
Kanit Identifikasi Polresta Balikpapan, Iptu Bayu Sukaca, mengungkapkan kekecewaannya saat memimpin langsung proses olah TKP di lapangan, padahal garis polisi (police line) telah dipasang di lokasi sejak sehari sebelumnya guna mengamankan barang bukti dan mencegah orang masuk ke area berbahaya tersebut.
"Namun kenyataannya pada saat pagi hari kami datang melakukan olah TKP, semua sudah bersih. Dalam arti bersih diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ujar Bayu kepada awak media Sabtu (1/8/2026).
Banyak pihak nekat menerobos masuk ke area steril untuk memunguti sisa-sisa material bangunan yang terbakar dan masih bernilai ekonomis, seperti besi tua dan logam lainnya. "Tindakan ini praktis merusak keaslian TKP dan membuat aparat kepolisian kesulitan mengumpulkan petunjuk forensik secara utuh," tegasnya.
Ditengah kendala rusaknya TKP, jajaran Satreskrim bersama Unit Identifikasi Polresta Balikpapan tetap mengumpulkan keterangan dan sisa barang bukti yang ada. Berdasarkan pemeriksaan awal, informasi yang dihimpun di lapangan masih beragam, namun saksi-saksi mengarah pada satu titik duga kemunculan api.
Dari keterangan yang dihimpun dilapangan Api disinyalir berasal dari sebuah petak kios yang digunakan sebagai tempat usaha pembuatan es batu. Di dalam kios tersebut terdapat 6 unit freezer serta 1 boks penampungan.
"Kemudian menurut pengakuan pemilik kios kepada petugas dia menggunakan dua meteran listrik atau dua sumber arus terpisah untuk menunjang operasional pembuatan es batu tersebut" ungkapnya.
Untuk kepentingan analisis lebih lanjut, petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti yang tersisa di lokasi, seperti lelehan kabel jaringan listrik yang terhubung ke perangkat freezer dan mesin pembuat es. "Kami juga mengamankan fitting lampu plafon, mengingat kios tersebut hanya menggunakan satu titik penerangan lampu," sebut Wisnu lagi.
Meskipun menghadapi tantangan berat akibat berubahnya kondisi fisik di lapangan, pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan tetap berjalan.
Seluruh temuan awal, keterangan saksi, serta barang bukti yang berhasil diselamatkan akan segera dirangkum dan dilaporkan kepada pimpinan. "Kami mengimbau masyarakat agar senantiasa menghargai garis polisi dan proses hukum yang sedang berjalan demi kelancaran pengungkapan insiden kebakaran yang merugikan para pedagang ini," tutup Wisnu.
Diketahui Pasar Sepinggan yang berada di Jalan Sepinggan Baru terbakar pada Jumat (31/7/2026) pagi kemarin, menghanguskan puluhan kios dan menyebabkan para pedagang mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 01/08/2026
Tim Inafis Polresta Balikpapan melakukan olah TKP di lokasi kebakaran Pasar Sepinggan yang menghanguskan ratusan kios. (Januar/Korankaltim).
TERPOPULER