Rabu, 29/07/2026

Lahan Gambut Terbakar di Gunung Malang, Nyaris Lahap Permukiman Warga

Rabu, 29/07/2026

Lahan di kawasan Gang Sahabat Gunung Malang masih berasap meskipun pemadam sudah melakukan penyemprotan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Lahan Gambut Terbakar di Gunung Malang, Nyaris Lahap Permukiman Warga

Rabu, 29/07/2026

logo

Lahan di kawasan Gang Sahabat Gunung Malang masih berasap meskipun pemadam sudah melakukan penyemprotan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)

Penulis: Muhammad Solih Januar

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Kebakaran nyaris terjadi di Gang Sahabat, Jalan Mayjend Sutoyo, kawasan Gunung Malang, Balikpapan Tengah, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 20.15 Wita.

Berdasarkan pantauan Korankaltim.com di lokasi, api muncul dari lahan kosong yang berada tidak jauh dari permukiman warga. Peristiwa tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh warga setempat.

Kondisi lahan yang didominasi gambut, ditambah angin yang cukup kencang, membuat api sempat membesar dan mengarah ke rumah warga. Situasi itu memicu kepanikan, mengingat jarak api dengan permukiman sangat dekat.

Beruntung, petugas pemadam kebakaran dari BPBD Balikpapan sigap tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Akses gang yang sempit membuat hanya unit pemadam berukuran kecil yang dapat masuk ke titik api.

Api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 15 menit. Namun, karena yang terbakar merupakan lahan gambut, asap tebal masih terlihat mengepul meski kobaran api telah padam.

Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, sebelumnya telah mengingatkan bahwa meskipun hujan masih terjadi, Balikpapan sejatinya mulai memasuki musim kemarau sehingga potensi kebakaran tetap perlu diwaspadai.

“Maka dari itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama yang bisa memicu kebakaran seperti membakar sampah dan sebagainya,” ujar Usman. 

Sementara itu, Ketua Bidang Data dan Informasi BMKG Balikpapan Huda Abshor Muhsinin mengatakan, turunnya intensitas hujan ini disebabkan oleh El Nino yang berlangsung sejak awal Juli lalu yang di prediksi hingga Agustus mendatang.

“Pengaruh El Nino pada periode Juli hingga Agustus saat ini belum menunjukkan intensitas ekstrem, namun dampaknya terhadap pengurangan curah hujan sudah mulai dirasakan secara nyata di berbagai wilayah,” tuturnya.

Anomali cuaca ini akan semakin signifikan dampaknya pada tiga bulan ke depan, yakni September, Oktober, hingga November. Jika intensitas El Nino meningkat, durasi musim kemarau berpotensi melampaui masa normalnya.

“Untuk itu kami terus melakukan pemantauan titik panas (hotspot) untuk mengantisipasi kebakaran,” ungkapnya.

Pemantau itu dilakukan menggunakan teknologi satelit agar akurasi tepar seperti teknologi satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20.

Meskipun demikian, ia tetap mengingatkan warga agar tidak melakukan aksi yang bisa memicu terjadinya kebakaran, seperti halnya membakar sampah, atau yang lebih extrem membuka lahan dengan cara dibakar. 

Editor: Erwin

Lahan Gambut Terbakar di Gunung Malang, Nyaris Lahap Permukiman Warga

Rabu, 29/07/2026

Lahan di kawasan Gang Sahabat Gunung Malang masih berasap meskipun pemadam sudah melakukan penyemprotan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait