Senin, 20/07/2026
Senin, 20/07/2026
Warga mengibarkan bendera Spanyol setelah peluit panjang dibunyikan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
Senin, 20/07/2026

Warga mengibarkan bendera Spanyol setelah peluit panjang dibunyikan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Rangkaian perhelatan Piala Dunia 2026 resmi berakhir dimana Spanyol keluar sebagai juara dunia setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 lewat gol tunggal Feran Tores dalam laga final yang menegangkan Senin (20/7/2026) pagi tadi.
Suasana euforia kemenangan tersebut turut dirasakan di Kota Balikpapan, tepatnya di halaman Mapolresta Balikpapan Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota yang menjadi pusat perhatian ribuan warga.
Bendera Spanyol yang dibawa berkibar gagah di halaman Polresta Balikpapan setelah peluit panjang di bunyikan. Seakan sudah tak perduli dengan mendung yang menyelimuti kota.
Polresta Balikpapan bersama Polda Kaltim menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) yang berlangsung sejak pukul 00.00 WITA. Antusiasme masyarakat di luar ekspektasi pihak penyelenggara. Warga yang membawa bendera Spanyol itu hanya dua dari ribuan warga yang hadir.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy menyampaikan ucapan selamat kepada para pendukung Spanyol dan berpesan agar warga Balikpapan tetap menjaga persatuan.
"Bagi pendukung Argentina, ingat setelah ini tetap menjadi warga Balikpapan yang senantiasa bersama bersatu untuk menjaga kota Balikpapan," ucap Jerrold.
Dalam acara nobar ini, pihak kepolisian tidak hanya menyediakan layar lebar tetapi juga memastikan keamanan, mengelola kantong parkir, menyediakan stand UMKM, hingga membagikan 215 item door prize dengan hadiah utama 1 unit sepeda motor dan 1 motor listrik.
Jerrold menyampaikan, dari 5.000 kupon yang dicetak, seluruhnya habis terbagi kepada warga yang datang memadati lokasi.
"Target kami 1.300 orang, namun yang hadir melebihi ekspektasi hingga mencapai jumlah kupon yang kita siapkan. Ini hal yang sangat baik," jelas Jerrold.
Ditengah jalannya wawancara, suasana mendadak hening. Jerrold sempat menghentikan pembicaraannya sejenak. Seluruh mata tertuju pada tiang bendera di halaman Polresta Balikpapan, pengibaran bendera Merah Putih dilakukan. Seketika, seluruh masyarakat yang sebelumnya terbagi dalam dua kubu suporter pendukung Spanyol dan Argentina, kembali bersatu dalam sikap hormat menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Bahkan momentum itu tidak ada sama sekali komando, semua terjadi secara natural, yang menggambarkan di balik bendera Spanyol itu, mereka tetap memiliki jiwa nasionalis. Momen ini sekaligus menjadi cerminan bahwasanya sudah tidak ada batas antara masyarakat dan kepolisian.
"Justru tidak ada batas antara masyarakat dan kepolisian. Semuanya dalam kondisi yang sama, berbahagia. Kita menjadi pendukung tim kenegaraan finalis, namun tidak ada perbedaan. Kita saling berbaur, saling mendukung, dan berinteraksi. Ini yang diharapkan, kepolisian selalu dekat dengan masyarakat," jelasnya.
Terkait potensi nobar untuk agenda mendatang seperti AFF, pihak kepolisian menyatakan akan melihat situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Nanti kami lihat situasi kamtibmas. Jika Indonesia masuk ke fase grup, perempat final, sampai final, tentunya ini akan menjadi pertimbangan bagi kami untuk menyelenggarakan nobar kembali dengan pelayanan keamanan yang maksimal," tutup Jerrold.
Editor: Aspian Nur
Senin, 20/07/2026
Warga mengibarkan bendera Spanyol setelah peluit panjang dibunyikan. (Foto: Januar/Korankaltim.com)
TERPOPULER