Selasa, 14/07/2026
Selasa, 14/07/2026
Pemkot Balikpapan menggelar Job Market Fair (JMF) 2026 di gedung BSCC Dome, Balikpapan, Selasa (14/7/2026). (La Eko-Korankaltim)
Selasa, 14/07/2026

Pemkot Balikpapan menggelar Job Market Fair (JMF) 2026 di gedung BSCC Dome, Balikpapan, Selasa (14/7/2026). (La Eko-Korankaltim)
Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN- Pemerintah Kota Balikpapan memprioritaskan upaya menjaga stabilitas pasar kerja di tengah perlambatan ekonomi global dan meningkatnya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK).
Dengan kondisi tersebut, target pemerintah tahun ini bukan semata menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT), melainkan memastikan angkanya tidak meningkat dari posisi saat ini yang berada di kisaran 5,8 persen.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan Adamin Siregar mengatakan, tantangan sektor ketenagakerjaan semakin kompleks karena jumlah angkatan kerja terus bertambah setiap tahun, sementara sejumlah perusahaan mulai melaporkan adanya PHK.
"Kalau bisa bertahan saja sudah bagus, kalau berkurang tentu itu yang kami harapkan. Tetapi sekarang kami juga melihat kondisi geopolitik global yang berdampak terhadap dunia usaha," kata Adamin usai membuka Job Market Fair (JMF) 2026 di gedung BSCC Dome, Balikpapan, Selasa (14/7/2026).
Laporan PHK yang diterima berasal dari sejumlah perusahaan sektor pertambangan yang berkantor di Balikpapan, meski aktivitas operasionalnya berada di luar daerah. Kondisi tersebut tetap memengaruhi data ketenagakerjaan Kota Balikpapan.
Pengendalian angka pengangguran tidak hanya bergantung pada tersedianya lapangan kerja baru. Pemerintah juga harus mampu mengimbangi peningkatan jumlah pencari kerja yang terus bertambah setiap tahun.
Selain mendorong penyerapan tenaga kerja di sektor formal, Disnaker juga memberi perhatian terhadap sektor informal yang dinilai memiliki peran penting dalam mengurangi jumlah pengangguran.
"Kalau bisa mengurangi sekitar 10 sampai 20 persen tentu sudah membantu. Yang informal juga tetap kita harapkan bisa menyerap tenaga kerja," harap Adamin.
Sebagai langkah memperluas kesempatan kerja, Pemkot Balikpapan kembali menggelar Job Market Fair 2026 pada 14–15 Juli. Kegiatan tersebut mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja secara langsung untuk mempercepat proses rekrutmen.
Meski demikian, Adamin menegaskan bursa kerja bukan menjadi satu-satunya strategi pemerintah. Disnaker juga terus memperkuat program pelatihan berbasis kompetensi serta pemagangan agar pencari kerja memiliki keterampilan dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"Yang belum memenuhi syarat perusahaan akan kita dorong mengikuti pelatihan dan pemagangan. Harapannya mereka memiliki pengalaman sehingga peluang diterima bekerja lebih besar," ucapnya.
Pemkot Balikpapan juga berencana menggelar Job Market Fair kedua pada akhir 2026. Lokasinya akan dipilih lebih dekat dengan pusat kota untuk memudahkan akses masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi perusahaan.Evaluasi efektivitas penyelenggaraan JMF akan dilakukan setelah kegiatan selesai.
"Kami akan meminta laporan dari perusahaan peserta mengenai jumlah pelamar yang berhasil direkrut sebagai bahan penilaian terhadap keberhasilan program penempatan tenaga kerja," pungkas Adamin.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 14/07/2026
Pemkot Balikpapan menggelar Job Market Fair (JMF) 2026 di gedung BSCC Dome, Balikpapan, Selasa (14/7/2026). (La Eko-Korankaltim)
TERPOPULER