“Hari ini, kita lakukan aksi terkait sikap represif Kkpolisian kepada rekan kita, yang pada 20 Oktober lalu melakukan aksi unjuk rasa. Kami meminta kepada Kapolda Kaltim agar bisa memberikan dukungan untuk melepaskan rekan kami yang ditahan di Jakarta,” kata Koordinator Lapangan, Angkit Wijaya saat orasi.
Pengunjuk rasa juga membentangkan spanduk yang bertuliskan “Bebaskan Kawan Kami” dengan cat warna merah, berlas kain putih sebagai pertanda darah perlawanan terhadap penindasan.
Puluhan gabungan perwakilan mahasiswa yang berasal dari gabunagan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Balikpapan dan BEM Samarinda itu, dikawal ketat personil kepolisian, bersenjata lengkap.
Kendaraan pengurai massa seperti watter canon juga ikut disiagakan di depan Mako Polda Kaltim. Termasuk, 2 anjing K9 Dit Shabara Polda Kaltim juga bersiaga.
Ditambah lagi pasukan bermotor Brimob Polda Kaltim berseliweran melakukan pengawasan.
Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya, menerima langsung seluruh peserta aksi di aula Mahakam Polda Kaltim.
“Aspirasi adik-adik sekalian saya terima dan nanti akan kami sampaikan ke Bapak Kapolda langsung. Sebisa mungkin bisa mengirimkan surat tersebut diteruskan ke pusat,” kata Naufal di hadapan mahasiswa.
Dalam pertemuan itu juga Noufal diminta menandatangani surat tuntutan tersebut, sebagai tanda telah diterimanya surat tuntutan para mahasiswa. (yud)