Wakil Ketua PC NU Balikpapan Sardjono mengatakan, peringatan Hari Santri, jadi titik refleksi bagi generasi penerus bangsa, untuk selalu terpanggil membangun Indonesia.
Menurutnya, Hari Santi bukan sekadar seremonial belaka. Melainkan juga sarana pengingat sejarah para santri, dan ulama yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Namun kondisi sekarang ini, santri sebagai bagian dari generasi bangsa, bentuk perjuangan tidak lagi ikut angkat senjata namun mengisi kemerdekaan dengan membangun kesadaran akan kewajiban dan haknya sebagai warga negara.
“Wajib menuntut ilmu, yang kemudian bermanfaat bagi kehidupan bangsanya. Sama-sama kita membangun bangsa,” imbuhnya.
Wali Kota Rizal sebagai pemimpin upacara, ikut berpesan agar santri menyebarkan kebaikan-kebaikan di muka bumi.
“Sebagai rekan-rekan generasi muda, bangunlah sinergi yang baik guna mempersiapkan diri menjadi generasi berakhlak dan berkualitas tinggi, yang kelak mengambil alih tugas pemimpin bangsa,” kata dia dalam sambutannya.
Catatan Kantor Kemenag Balikpapan terdapat 22 pondok pesantren yang tersebar di Balikpapan yang berjumlah sekitar 3000 santri. “Jumlah ini setiap tahun bertambah karena kepercayaan masyarakat muslim untuk mendidik putra putri di pesantren. kiprah santriawan dan santriwati ini patut diberikan apresiasi karena turut mengembangkan dakwah islam sekaligus menjaga kota Balikpapan, dari berbagai faktor dan pengaruh luar yang memecah belah NKRI,” demikian Rizal. (din)