Kontribusi tersebut berimbas langsung pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dengan total penerimaan sekitar 12 miliar rupiah hingga pertengahan tahun ini.
Kepala Kantor Imigrasi Balikpapan, Buono Adi Sucipto, dalam Media Gathering yang digelar baru-baru ini, menjelaskan bahwa kinerja tersebut adalah hasil dari upaya maksimal pihaknya untuk meningkatkan kualitas layanan publik.
“Kami tidak hanya fokus pada kecepatan layanan, tetapi juga pada kualitas dan kenyamanan masyarakat yang kami layani. Dengan terus berinovasi, kami berharap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara efektif dan efisien,” ujarnya.
Imigrasi Balikpapan tidak hanya mengedepankan pelayanan dalam hal penerbitan dokumen perjalanan, tetapi juga berperan penting dalam pengawasan orang asing dan mendukung pembangunan daerah.
“Balikpapan adalah kota strategis yang menjadi gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara. Peran kami sebagai penghubung antarbangsa sangat vital untuk menjaga keamanan dan mendukung pembangunan, termasuk dengan memfasilitasi masuknya tenaga ahli dan investor,” jelas Buono.
Selain itu, Kantor Imigrasi Balikpapan telah mengembangkan berbagai inovasi pelayanan, seperti layanan drive-thru paspor, aplikasi antrean online, dan layanan prioritas bagi lansia dan penyandang disabilitas. Semua itu merupakan bagian dari transformasi digital.
“Kami terus berupaya untuk memudahkan akses bagi masyarakat melalui teknologi, agar semua layanan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa hambatan,” imbuhnya.
Dalam upaya membangun hubungan transparan dengan masyarakat, Kantor Imigrasi Balikpapan juga memperkuat kerja sama dengan media dan pembuat konten digital.
“Media adalah mitra strategis kami dalam menyampaikan informasi yang akurat dan mudah dipahami oleh publik. Kami ingin kehadiran kami di media sosial dan platform digital memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” kata Buono.
Ia juga menjelaskan tema eMotion (Engage with Immigration in Motion) dalam media gathering, yakni menggambarkan semangat Imigrasi yang terus bergerak, berinovasi, dan mendengarkan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasa bahwa pelayanan yang kami berikan adalah milik bersama. Dengan terus bergerak bersama masyarakat, kami berharap dapat menciptakan pelayanan yang lebih baik, lebih inklusif, dan lebih manusiawi,” pungkas Buono. (*)