"Kita ingin dari yang tadinya menerima beras dari luar, kini Kaltim bisa menjadi pemasok ke provinsi lain," tegas Mentan Amran saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Pangan melalui Optimalisasi lahan dan cetak sawah Di Kaltim di Auditorium Markas Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman, Kamis (8/5/2025).
Mentan Amran menegaskan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) siap mendukung penyediaan benih, pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), serta pendampingan. Ia juga memaparkan berbagai hal terkait pertanian di Indonesia, termasuk penghargaan yang diraih dan target swasembada pangan nasional.
Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas'ud (Harum) menyatakan bahwa ketahanan dan swasembada pangan adalah program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang diimplementasikan melalui Kementerian Pertanian.
"Kami sangat antusias menyambut program swasembada pangan ini dengan kesiapan untuk bersinergi dan berakselerasi dengan pemerintah pusat," ujarnya.
Gubernur Rudy Mas'ud menambahkan bahwa program swasembada pangan sangat tepat sasaran untuk Kalimantan Timur yang memiliki lahan luas namun masih bergantung pada impor untuk ketahanan pangan. Khususnya beras, daging ayam, telur, sayur, dan buah-buahan.
"Kurang lebih sekitar 50 hingga 70 persen kebutuhan kami masih mengandalkan impor dari wilayah lain, khususnya Pulau Sulawesi dan Pulau Jawa," jelas Gubernur.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Ari Aryanto, Bupati PPU Kaltim Abdul Waris Muin, Danrem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Anggara Sitompul, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud, Bupati Kabupaten dan Kota Kaltim, Perangkat Daerah Kaltim serta penyuluh pertanian Kaltim. (*)