Marketing and Communication Department Head JNT/Regional Nusantara Herarld Galingga mengatakan pada H+2 tersebut, tercatat sebanyak 18.749 kendaraan yang melintas di tol Balsam, sementara pada hari biasa hanya mencapai 9.283 kendaraan.
Peningkatan volume kendaraan di Tol Balsam merupakan tertinggi untuk tol Regional Nusantara, dimana untuk Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) di Sumatera Utara peningkatan hanya mencapai 60,8 persen.
"Volume lalu-lintas di ruas tol MKTT terdata sejumlah 22.434 kendaraan dibanding volume saat normal yaitu 13.954 kendaraan," kata Herarld melansir dari Antaranewskaltim.com Kamis (3/4/2025) hari ini.
Sebelumnya Herarld pernah menyampaikan, tarif tol Balsam tetap normal atau tidak mendapatkan program diskon tarif tol pada mudik lebaran 1446 hijriah.
"Untuk tarif tol selama arus mudik dan balik Idulfitri 1446 Hijriah di ruas tol Balsam belum ada program diskon," ungkapnya.
Pemerintah pusat memberikan diskon untuk tarif tol sebesar 20 persen, namun diskon itu hanya untuk Tol Trans Sumatera serta Trans Jawa.
JNT merekomendasikan agar pengguna jalan tol untuk cek tarif tol dan mengisi saldo uang elektronik dengan cukup sebelum melakukan perjalanan di jalan tol. Herarld menganjurkan pengisian ulang uang elektronik melalui aplikasi Travoy atau di gerai top up yang tersedia di area istirahat (rest area).
"Kami mengimbau untuk menghindari pengisian ulang di gerbang tol," katanya.
Selain itu, pengguna jalan tol juga diingatkan untuk melakukan pemilihan waktu dan rute perjalanan dengan baik salah satunya dengan menghindari perjalanan waktu puncak arus balik.
"JNT mendorong seluruh pengguna jalan tol untuk mengikuti aturan selama perjalanan dengan mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan, disiplin dalam ketentuan berkendaraan," katanya.
Dia juga menganjurkan agar pengendara jalan tol yang akan menggunakan fasilitas rest area tidak berlama-lama atau maksimal 30 menit.
"Kami meminta untuk menjaga kebersihan rest area serta memanfaatkan posko pelayanan kesehatan di rest area apabila memerlukan pengecekan kesehatan," tutup Herarld.
Editor: Aspian Nur