Kepala SD Nasional KPS Balikpapan Sudiono mengatakan, dana sumbangan yang terkumpul, diserahkan ke Sahabat Al-Aqsha Balikpapan untuk disalurkan kepada warga Rohingya.
Menurutnya aksi kemanusiaan ini dilakukan untuk meringankan beban warga Rohingya, yang menjadi korban konflik di Myanmar.
Dari kegiatan ini bagian dari proses belajar bahwa, belajar berbagi dapat dilakukan sejak dini.
“Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebelum proses belajar mengajar berlangsung. Ini juga bagian dari pelajaran kepada murid tentang rasa kepedulian terhadap sesama sejak usia dini,” jelas Sudiono.
Menurutnya dana yang terkumpul terbilang cukup besar, lantaran banyak bantuan dari orangtua murid. Sebelum dikumpulkan bantuan, pihak sekolah terlebih dahulu menyurati orangtua murid, tentang kegiatan kemanusiaan untuk Rohingya.
Selain itu para siswa juga diberikan pemahaman terlebih dahulu terkait dengan kejadian yang menimpa warga etnis Rohingya di Myanmar, dan dijelaskan tentang alasan pentingnya memiliki rasa peduli.
“Ada dana dari orangtua murid, guru-guru, dan ada juga dari murid sendiri yang menyisihkan uang jajannya maupun tabungannya,” ujarnya.
Seorang wali murid mengatakan gerakan kemanusian yang digalang di lingkungan SDN KPS, menjadi bahan pembelajaran yang sangat baik dalam rangka melatih kepedulian sesama, sehingga akan berdampak positif nanti ketika anak tumbuh dewasa. (din)