Waktunya Mepet, Dana Khusus Banjir Difokuskan di 2018
1 menit baca805 kali dibaca
BALIKPAPAN - Pemkot pada APBD Perubahan 2017 belum mengalokasikan secara khusus dana penanganan banjir. Sebab, alokasi baru akan dilakukan pada APBD murni 2018, dimana pembahasan baru dilakukan pada Oktober 2017 mendatang.
Wali Kota Rizal Effendi mengatakan, pada APBD Perubaan tahun ini, penanganan banjir masih dilakukan dalam bentuk pengerukan sedimentasi, baik drainase maupun bendali, belum sampai kepada alokasi dana khusus banjir.
“Itu nanti di 2018 mendatang kita upayakan pelebaran sungai Ampal. Kita siapkan dana untuk pembebasan lahannya karena sekarang masih pada tahap pengumpulan data dokumen tanah warga yang mau dibebaskan,” kata Rizal, usai penyampaian nota penjelasan APBD-P 2017 dalam Paripurna, kemarin.
Rizal menjelaskaan penanganan banjir yang mendesak dalam waktu singkat adalah pengerukan sedimentasi seperti di Sungai Ampal, Sepingan dan titik lainnya, yang melibatkan pihak swasta seperti Real Estate Indonesia (REI). Rencananya juga akan melibatkan tenaga prajurit TNI.
Sedagkan fokus penanganan banjir jangka waktu panjang dilakukan pada 2018. “Karena kalau sekarang waktu terbatas. Singkat,” tandasnya.
Pada APBD P 2017 Rizal menyampaikan besaran APBD sekitar Rp2 triliun. Pada APBD murni 2017 sebesar Rp1,9 triliun lebih. “Mengalami kenaikan sebesar Rp97,83 miliar atau 5,31 persen,” sebut Rizal.
Untuk belanja langsung mengalami kenaikan semula Rp1,08 triliun menjadi Rp1,3 triliun atau naik Rp217,47 miliar (20 persen). Belanja barang yang belum prioritas, digeser pada kegiatan baru yang lebih prioritas.
“Program dan kegiatan strategis antara lain peningkatan jalan dan drainase untuk penanganan banjir serta pembangunan infrastruktur stadion Batakan,yang mengalami penambahan signifikan seperti jalan masuk stadion, kursi VVIP, area parkir dan fasilitas lainya,” katanya tapa menyebutkan nominal biayanya.
Sementara, Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan, untuk banjir setiap tahun DPRD bersama Pemkot tetap mengalokasikan. Namun dalam realisasi, tidak bisa secepatnya. (din)










