“Bisa bayangkan bisa jadi berapa sekolah. Masyarakat dalam hal ini tidak membutuhkan seragam gratis, melainkan sekolah baru. Kalau seragam gratis masyarakat mampu beli kok.Tapi kalau bangun sekolah masyarakat mana mampu, dari mana uangnya,” ujarnya Minggu (30/10) kemarin.
Ia tegaskan pihaknya akan terus mendorong pembangunan sekolah baru di Balikpapan Tengah. Pasalnya dari awal dirinya mejabat sebagai anggota DPRD pihaknya sudah mengusulkan adanya pembangunan SMP di wilayah tersebut.
Jika sebelumnya pembangunan sekolah baru itu diusulkan dibangun di lahan eks Puskip, diaukui Ardiansyah tidak bisa dilakukan, karena sudah dikuasakan ke pihak ketiga.
“Seharusnya batal karena hukum, tidak bisa membangun. Adapun lahan alternatif dan sudah mendapatkan sorotan dari pak walikota, yakni di lahan Manuntung. Dan disana merupakan lahan milik pemerintah kota. Artinya tidak perlu membebaskan lahan lagi tinggal membangun,” jelasnya.
Tak hanya itu, berdasarkan informasi yang dirinya terima dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk usulan pembangunan sekolah di Balikpapan tengah, ternyata masuk pada 2025.
“Dan itu saya protes, karena itu harus secepatnya dibangun. Karena di Balikpapan Tengah ini mendesak untuk sekolah baru. Jadi yang kita butuhkan adalah sekolah baru. Dan sekolah baru ini akan saya tagih terus sampai sekolah itu dibangun. Karena fungsi kami juga sebagai pengawas,” pungkasnya. (*/le122)