“Sejak maghrib hari Rabu, memang sudah mulai terlihat ada tanda-tanda bergerak. Tapi baru benar-benar amblas pada Kamis dini hari,” ujar Wawan.
Jalan tersebut juga menjadi akses satu-satunya masuk dan keluar rumah Wawan. Ada sepuluh orang yang aktivitasnya terganggu karena jalan amblas ini. “Kalau untuk jalan kaki masih bisa, tapi kendaraan tidak bisa. Makanya tadi kendaraan dievakuasi dulu,” kata Wawan.
Salah seorang penghuni kos, Riko mengaku cukup kaget dengan amblasnya jalan ini. Pasalnya, saat hujan deras mengguyur Balikpapan pada Rabu (16/3) dini hari hingga pagi, tak ada tanda-tanda jalanan akan amblas.
“Saya dibangunkan teman sekitar jam 01.00 Wita, dikasih tahu kalau tanahnya amblas,” kata pemuda asal Samboja, Kukar ini.
Dirinya berharap segera ada bantuan, agar satu-satunya akses menuju kos tempatnya tinggal ini bisa diperbaiki.
Rusli, warga yang rumahnya persis di bawah jalan mengaku cukup waswas. Apalagi, material tanah yang amblas sudah menjebol dinding dapurnya, lantaran siring penahan tanah tak kuat menahan tanah yang amblas.
“Keluarga untuk sementara mengungsi dulu ke rumah saudara. Sebab kalau hujan deras kemungkinan besar air dan tanah bakal masuk rumah,” kata dia.
Penulis: */Yudi
Editor: Supiansyah