“Memang sudah ada tanda-tanda runtuh retak sedikit-sedikit. Terus sekitar 05.30 Wita itu udah mulai jatuh plafon rumah baru dinding ambruk rebah semuanya sekitar jam 08.30 wita runtuh. Ada suara kretek-kretek terus brakk gitu,”ungkapnya kepada media ini.
Dia mengakui bahwa belum lama ini rumahnya sempat terendam banjir luapan dari sungai, hingga menggerus lantai rumah.
“Jadi sebelah ini untuk jemuran jadi jemurannya diangkat duluan perkiraan saya siang robohnya sekalinya jam 8 lewat roboh lalu saya minta anak keluar. Sebelumnya itu memang ada banjir agak besar air naik jadi lantai itu tergerus beberapa hari lalu belum ada seminggu. Ditambah tadi malam hujan,”ujarnya.
Imbas dari kejadian tersebut sedikitnya ada 1 kepala keluarga dengan 6 orang yang dilakukan evakuasi. Di mana Rumah tersebut rawan untuk dihuni.
Lurah Manggar Balikpapan Timur Dedy Prasetia mengungkapkan pihaknya bersama jajaran BPBD bersama petugas terkait sudah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan langkah upaya penanggulangan.
“Saat ini kita lakukan pemasangan terlalu untuk mengantisipasi hujan selanjutnya atau longsor, kedua mengajukan pembiayaan sewa rumah karena kondisi saat ini rumah tersebut tidak layak huni dan sangat berbahaya,”timpalnya.
Titik longsor selanjutnya di kawasan Jalan Inpres RT 23 Kelurahan Muara Rapak Balikpapan Utara yang menimpa rumah Siti Hadijah. Di mana rumahnya juga mengalami longsor. Terlebih di bagian dapur sudah tergerus.
Lokasinya sangat rawan, lantaran jarak rumah dengan sungai tepat di belakang rumah di bagian dapur. Terlebih ketinggian rumah dengan sungai sekira 4 meter. Kepada media ini Ketua RT 23 Kelurahan Muara Rapak Balikpapan Utara Suwandi mengatakan bahwa kejadian tanah longsor sekira pukul 05.00 Wita.
“Kejadian tadi malam waktu hujan lebat tapi memang udah retak retak pas longsornya kejadian jam 5 subuh, langsung longsor,”timpalnya.
Masyarakat Kota Balikpapan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan terlebih penduduk di kawasan rawan longsor.
Penulis : */ Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan