"Pemahaman orangtua juga terbatas untuk menguasai semua mata pelajaran. Di sisi lain, anak merasa kurang nyaman kalau belajar bersama orang tua," kata Hatta Umar, Kamis (4/3).
Dirinya menyarankan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar pertemuan dengan orangtua peserta didik sekaligus mengevaluasi belajar daring yang telah dijalankan selama setahun ini. "Untuk mencari solusi terbaik," ucapnya.
Terlebih tak diketahui kapan pandemi Covid-19 berakhir kendati perkembangan kasus terkonfirmasi positif diklaim Pemkot Balikpapan telah melandai. Bahkan bakal dipersiapkan sekolah tatap muka pada Juli mendatang.
"Tidak ada jaminan peserta didik akan lebih baik dengan belajar daring. Lebih baik belajar tatap muka karena kalau belajar online di rumah, yang kerjakan tugas bukan murid tapi orangtua," sebutnya.
Selain itu, belajar secara tatap muka bisa memberi pemahaman maksimal kepada peserta didik karena bertemu guru secara langsung. Dimana guru mampu menjelaskan materi pendidikan.
"Kalau belajar online kan hanya mendapat tugas dari sekolah untuk dikerjakan," sambungnya.
Dirinya menambahkan, peniadaan ujian nasional akan mengubah metode penilaian kelulusan peserta didik di sekolah. Berdasarkan hasil rapor dan kelakuan baik.
"Maka guru juga harus bijak dengan tidak memberikan nilai secara berlebihan," pungkas Hatta Umar.
Penulis : */ Hendra
Editor : Bambang Irawan