“Ada 33 SMP negeri dan swasta serta 42 SD negeri dan swasta,” kata Muhaimin, Minggu (6/12).
Dirinya merincikan sekolah yang akan menggelar simulasi yakni 23 SMP negeri, 10 SMP swasta, 30 SD negeri dan 12 SD swasta. “Hasilnya akan jadi bahan evaluasi,” ucapnya.
MAYORITAS PILIH DARING
Disdikbud telah meminta 270 SD dan SMP untuk menyebarkan kuisioner kepada 62 ribu orangtua atau wali peserta didik. Isinya terkait persetujuan pelaksanaan PTM atau tetap secara daring.
“82,16 persen setuju untuk PTM murid SD. Kalau SMP justru mayoritas memilih tetap daring. Hampir 80 persen,” bebernya.
Sehingga dapat dipastikan murid SD masih perlu pendampingan guru dalam belajar di sekolah. “Berbeda dengan siswa SMP, dapat lebih mandiri,” sebutnya.
Disdikbud, lanjut Muhaimin, menekanan pihak sekolah untuk memenuhi enam syarat atau kriteria yang wajib dipenuhi. Tujuannya agar PTM dapat dilaksanakan.
Kriteria itu antara lain aspek sanitasi, kebersihan toilet, menyediakan cuci tangan dengan sabun dan disinfektan. Sekolah juga memiliki akses ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Sekolah wajib menerapkan pemakaian masker, thermogun, dan memiliki data atau melacak warga sekolah yang memiliki komorbid. Terakhir, mendapat persetujuan komite sekolah atau perwakilan orangtua,” pungkasnya.
Penulis : */Hendra
Editor : Bambang Irawan