Ayah korban mengatakan berdasarkan pemeriksaan medis, korban meninggal akibat benturan. Ia kemungkinan kelelahan saat belajar dan kemudian tumbang.
“Sempat dirawat di rumah sakit di IGD dari pukul 13.00 dan meninggal tadi pagi (kemarin, Red),” ujar ayah korban.
Pelajar kelas 8 itu terlihat sehat pada saat mengikuti ujian dan mengerjakan tugas sekolah. “ Pas ujian terkapar, sambil pegang HP, sambil ngerjain PR-nya banyak,” tuturnya.
Rumiris Manullang dokter anak RSUD Balikpapan yang menangani korban mengatakan penyebab kematian korban secara pasti belum bisa diketahui.
“Penyebab utama penurunan kesadarannya kondisi berat. Memang secara pasti belum kami dapatkan karena pemeriksaan CT scan yang akan kami lakukan belum bisa karena masalah rujukan. Tetapi, dugaan kami karena anak ini alami kondisi dengan penuh kesadaran lalu tiba-tiba ada muntah kejang riwayat, ada jatuh beberapa hari sebelum ini kecurigaan kita cidera kepala,” ungkapnya.
Dimungkinkan adanya pendarahan di bagian otak sehingga kesadarannya tidak ada. “Yang menyebabkan kemungkinan pendarahan di otak untuk memastikan itu memang kami butuh pemeriksaan yang lebih lanjut yaitu CT scan,” tandasnya.
Penulis : */Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan