“Perusahaan yang punya kegiatan CSR, kalau ada pinjaman lunak kita informasikan. Bahkan ada perusahaan yang juga memberikan pelatihan dan pinjaman lunak,” kata Doortje, Rabu (9/8).
Dia memastikan pemberian pembinaan benar-benar dilakukan dengan serius. Mulai dari membangkitkan semangat dan bibit wirausaha, mencari tren kearifan lokal yang bisa diangkat, hingga mengikutsertakan para pelaku UMKM, dalam pameran lokal dan nasional.
“Serta bagi yang belum mempunyai tempat berjualan, akan diberikan tempat berjualan. Seperti galeri di Dome, yang sudah berdiri sejak 1,5 tahun lalu,” ujarnya.
“Kita berusaha untuk tumbuhkan pengusaha baru dan yang ada supaya tetap eksis dan produktif. Bisa kita lihat, walau pelan usaha bisa meningkatkan omzet dan ekonomi Balikpapan. Seperti usaha furnitur rotan, batik, manik-manik, dan sebagainya,” sambungnya.
Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Balikpapan melansir, pertumbuhan industri mikro kecil, tumbuh sekitar 20-30 usaha dalam setahun.
Dia berharap wirausahawan baru juga makin inovatif, agar bisa bersaing dan dan bertahan bersama pelaku usaha lainnya. Serta melengkapi keberagaman aneka produk yang telah ada.
“Pembinaan dan latihan yang diberikan itu seperti bagaimana membuat kemasan produk yang menarik, bagaimana caranya mendapatkan bantuan akses permodalan dari pihak lain dan sebagainya. Juga menghasilkan cita rasa yang enak, promosi, peminjaman lokasi bagi produksi yang tidak punya tempat berjualan,” demikian Doortje. (din)