Isu Pemindahan Ibukota jadi Angin Segar Bisnis Properti
1 menit baca5.744 kali dibaca
SANTERNYA wacana pemindahan Ibukota negara Republik Indonesia (RI) ke pulau Kalimantan, diantaranya Balikpapan, ternyata membawa angin segar bagi salah satu pengembang properti Agung Podomoro Land (APL).
Adanya isu tersebut digadang-gadang membuat nama Kalimantan khususnya Balikpapan, mencuat di kalangan pengusaha properti di Indonesia. Hal itu tentu merupakan keuntungan bagi APL.
Dengan demikian, para pengusaha tersebut akan berlomba-lomba untuk melakukan investasi ke pulau Kalimantan, khususnya Balikpapan.
APL menaruh optimistis, hal tersebut dapat meningkatkan penjualan unit apartemen Borneo Bay City, yang berada kawasan belakang Plaza Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman.
Manager Marketing Borneo Bay Residences Orri Arbani mengatakan, adanya isu pemindahan Ibukota Indonesia tersebut diyakini dapat membantu meningkatkan prosentase penjualan unit apartemen milik Borneo Bay Residences.
“Memang berdampak bagi Balikpapan. Kan dari opsi Ibukota, semuanya berada di pulau Kalimantan dan salah satunya Balikpapan. Dan saat ini para pengusaha properti besar seperti di Surabaya dan Jakarta mulai melirik Balikpapan,” kata Orri.
“Ya, tentu itu akan membuat prosentase penjualan kita meningkat 20 sampai 30 persen dari total penjualan kita,” kata Orri kemarin .
Diketahui, hingga saat ini, penjualan unit apartemen Borneo Bay Reseidence telah mencapai 70 persen dari total 1.220 unit yang tersedia.
Saat ini, rencana pemindahan Ibukota masih dalam tahap pengkajian di ranah pemerintah pusat. Walaupun nantinya Balikpapan tak terpilih menjadi Ibukota negara, namun penetapan Ibukota masih berada di wilayah Kalimantan. Penetapan itu pun masih memberikan pengaruh yang signifikan.
“Walaupun nantinya Palangkaraya yang menjadi Ibukota, Balikpapan tetap saja kena dampaknya. Dan tentu itu akan membawa pengaruh baik bagi kita,” pungkas Orri.(din)










