Menurut Oemy, kampung warna warni kini menjadi salah satu pilihan masyarakat, mengisi liburan selain obyek pantai Manggar. Di waktu libur lebaran lalu, pengunjung rata-rata 500-1.000 orang.
Selain itu, pada obyek kampung warna warni Manggar, selain menikmati kawasan kampung yang terdapat sejumlah obyek tiga dimensi, pengunjung juga dapat menelusuri Sungai Manggar yang masih terdapat aneka bekantan, dengan menggunakan perahu milik nelayan.
“Bagi yang ingin menyusuri kampung nelayan dan menyusuri mangrove, disediakan 6 kapal nelayan. Tarifnya per orang Rp50 ribu,” ungkapnya.
“Jumlah kunjungan pada libur lebaran tahun ini lebih banyak dan meningkat karena liburnya lebih lama. Kalau tahun lalu liburnya hanya 4 hari. Sehingga jumlah kunjungan juga berbeda dengan tahun ini,” terangnya.
Adapun tarif masuk Pantai Manggar menurutnya masih menggunakan tarif lama. Mengingat Perda untuk retribusi tarif masuk pantai Manggar baru, belum diterapkan.
“Itu tarif masuknya masih yang lama, belum yang baru. Alhamdulillah tidak ada kendala selama libur lebaran kemarin,” jelasnya lagi.
Oemy menambahkan target tahun ini pendapatan di Pantai Manggar sebesar Rp3,7 miliar, dan baru terealisasi 35% pada triwulan II/2017. “Karena belum gunakan tarif baru. Insyaallah kalau pakai tarif baru, bisa capai angka itu ya (Rp3,7 miliar),” tukasnya. (din)