Malam Tahun Baru, Sebaiknya Diisi Dzikir
1 menit baca758 kali dibaca
BALIKPAPAN - Perayaan malam tahun baru selama ini tidak lepas dari penggunaan kembang api, yang menjadi sajian utama saat malam pergantian malam tahun baru.
Namun diharapkan tidak menggunakan kembang api di sekitar obyek vital di Balikpapan seperti kilang Balikpapan. Masyarakat juga harus lebih banyak berdoa dan mengingat Pencipta, agar pergantian tahun ini, kota Balikpapan dan Indonesia menjadi jauh lebih baik.
“Kalau bisa nggak usah menggunakan kembang api apalagi di Balikpapan banyak obyek vital. Bagi saya, bagi umat muslim silakan merayakan dengan doa dan zikir sebagai rasa syukur kita kepada Allah SWT bersama-sama di akhir tahun. Semoga tahun baru kita bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” himbau Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud, kemarin.
Dia berpendapat penggunaan kembang api yang dikhawatirkan menimbulkan kerugian karena potensi terjadi kebakaran bisa saja terjadi. Obyek vital Pertamina, dan pemukiman padat penduduk merupakan lokasi yang berpotensi terjadi kerawanan.
”Mungkin dia (warga) niatnya menyalakan kembang api mengarah ke laut. Tapi, angin ada lalu ke perumahan kan. Tentunya berdampak tidak baik. Kita sarankan lebih baik tidak pakai itu kan juga bagian dari boros. Dananya lebih baik untuk dipakai untuk bermanfaat,” imbuhnya.
Sementara bagi masyarakat yang berada di luar rumah, walaupun merayakan, sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan aturan dan norma jangan sampai merugikan diri sendiri atau orang lain.
Kepala Kantor Kemenag Balikpapan Hakimin Patang menyatakan agar umat Islam, terutama keluarga, untuk tetap menjaga keluarganya.
Apabila hendak merayakan, dipersilakan. sepanjang tidak menyimpang seperti melakukan hal-hal negatif, seperti pesta minuman, atau malah melakukan pergaulan bebas. (din)










