Hal itu menjadi perhatian Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim melalui sosialisasi Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) kepada para pelajar. Kegiatan tersebut digelar di SMA Negeri 10 Samarinda, Kampus Edu, Jalan PM Noor, Rabu (19/8/2026).
Sebanyak 200 siswa kelas 12 mengikuti agenda yang menghadirkan narasumber dari BPS Kaltim Rike Marliani, Rochmad Koesbiantoro dari Dinas Kesehatan Kaltim, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading.
Rasman menjelaskan, SMA Negeri 10 Samarinda dipilih karena berstatus sebagai Sekolah Garuda Transformasi. Para siswa pun diharapkan memiliki kualitas dan kapasitas mumpuni untuk menopang kemajuan daerah.
“Kita berharap kegiatan seperti ini menjadi informasi penting untuk mereka,” kata Rasman.
IPP sendiri mencakup sejumlah domain utama pembangunan kepemudaan, meliputi kesehatan, pendidikan, partisipasi dan kepemimpinan, gender, hingga kewirausahaan. Pemahaman aspek tersebut perlu ditanamkan sejak bangku sekolah agar siswa mengetahui hal yang harus dipersiapkan sebelum menjadi generasi produktif, khususnya menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Mereka ini adalah orang-orang yang diharapkan 19 tahun yang akan datang pada Indonesia Emas,” ujarnya.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran akibat efisiensi menjadi tantangan Dispora Kaltim dalam memperluas jangkauan edukasi.
Kendati demikian, kondisi tersebut justru mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif memanfaatkan sumber daya yang ada, salah satunya dengan memadatkan pelaksanaan kegiatan tanpa mengurangi substansi materi.
Pemaparan IPP penting disampaikan agar pelajar memperoleh gambaran mengenai sektor pembangunan pemuda yang masih membutuhkan perhatian di Kaltim, sekaligus memantik kesiapan mereka sejak dini.
“Karena dari informasi itulah mereka akan termotivasi bahwa ternyata mereka ini adalah generasi yang disiapkan 5 sampai 10 tahun yang akan datang,” tuturnya.
Dispora Kaltim berencana melanjutkan sosialisasi serupa ke sekolah lain di Samarinda secara bertahap.
“Kita berharap informasi dari narasumber ini menjadi acuan bagi mereka untuk mempersiapkan pengetahuan yang sudah dimilikinya,” pungkasnya. (*)
Editor: Aspian Nur