Peluncuran ini menandai dimulainya ekosistem olahraga kampus berbasis jangka panjang di Indonesia, yang tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga pengembangan karakter dan masa depan atlet mahasiswa.
CEO Campus League Ryan Gozali mengatakan kehadiran kompetisi ini bertujuan menjawab tantangan masa depan mahasiswa yang aktif berolahraga, namun tidak menjadikan atlet profesional sebagai pilihan karier utama setelah lulus.
“Statistik menunjukkan bahwa 99 persen atlet mahasiswa tidak akan berkarier sebagai atlet profesional. Namun, mereka memiliki potensi besar untuk menjadi profesional yang unggul di berbagai sektor industri,” ujar Ryan dalam rilis tertulis Rabu (22/4/2026)
Ia menjelaskan, pengalaman kompetisi olahraga mampu membentuk berbagai keterampilan penting seperti manajemen waktu, resiliensi, disiplin, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Karena itu, Campus League hadir tidak sekadar sebagai penyelenggara liga, melainkan sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia.
Dukungan terhadap inisiatif ini datang dari sejumlah mitra strategis, termasuk Bayan Peduli dan Polytron. Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menilai kolaborasi ini penting untuk membangun ekosistem olahraga berkelanjutan, khususnya bagi talenta muda di Kalimantan.
“Kami percaya bahwa investasi terbaik adalah pengembangan manusia. Melalui kompetisi terstruktur seperti Campus League, kita tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan sportivitas generasi muda. Bayan Group berkomitmen untuk terus ‘Berkarya Nyata, Bangun Bangsa’ dengan menyediakan wadah inklusif bagi talenta lokal agar mampu bersinar di kancah nasional maupun internasional,” papar Merlin.
Sementara itu, Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menegaskan bahwa olahraga kampus merupakan miniatur dunia profesional yang membutuhkan dukungan infrastruktur, termasuk teknologi.
“Laptop ini dirancang khusus sesuai kebutuhan mahasiswa dengan mobilitas tinggi, mengunggulkan desain ringan, daya tahan baterai awet, dan performa tangguh. Kami menyadari bahwa sebagian besar atlet mahasiswa akan merintis karier gemilang di luar arena olahraga, dan Polytron Luxia berkomitmen mengawal setiap langkah transisi mereka; dari mencetak prestasi di lapangan, mengejar nilai di ruang kuliah, hingga kelak memimpin di dunia profesional,” ungkap Tekno.
Campus League dibangun di atas tiga pilar utama, yakni akademik, atletisme, dan afinitas. Dalam pengembangannya, penyelenggara telah menyiapkan peta jalan dalam tiga fase hingga 2034, mulai dari pembangunan fondasi ekosistem, pemantapan kompetisi, hingga ekspansi global.
Musim 1 tahun 2026 menjadi pengembangan dari Musim 0 pada 2025 yang hanya mempertandingkan futsal di Jakarta dan Yogyakarta. Tahun ini, kompetisi diperluas ke sejumlah kota, termasuk Samarinda, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Jakarta, dengan tiga cabang olahraga utama yakni basket, bulu tangkis, dan futsal.
Sebagai pembuka rangkaian kompetisi, Campus League Basket Regional Surabaya akan digelar pada 22–29 April 2026 di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri dari 17 perguruan tinggi dipastikan ambil bagian.
Kompetisi ini tidak hanya diikuti kampus dari Surabaya dan Malang, tetapi juga melibatkan peserta dari luar Pulau Jawa, seperti Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura dan Universitas Ciputra Makassar (UCM).
Persaingan ketat diprediksi terjadi sejak fase grup. Di sektor putra, Grup D akan mempertemukan tim unggulan Universitas Surabaya (Ubaya), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Katolik Darma Cendika.
Sementara Uncen tergabung di Grup A bersama Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Ciputra Surabaya (UCS).
“Kami memiliki ambisi besar untuk menjuarai The National. Oleh karena itu, di Regional Surabaya ini kami akan berjuang maksimal untuk meraih posisi pertama,” tegas ofisial tim basket Ubaya, Adhika Putra Wicaksono.
Di sektor putri, tuan rumah Unesa tergabung dalam grup kompetitif bersama Ubaya, ITS, dan Unair. “Tentu ada kewaspadaan tersendiri karena kami berada di grup yang kompetitif bersama tim-tim unggulan,” ungkap pemain Unesa, Aisya Nayla Bihesti Zewar.
Head of Competition Campus League, Dave Leopold, menyebut pada Musim 1 terdapat pembaruan regulasi, yakni setiap tim diperbolehkan mendaftarkan satu pemain profesional dan satu pemain asing.
“Di usia mahasiswa, pemain profesional sering kali memiliki menit bermain yang minim di klubnya. Sesuai arahan dari Perbasi, kami membolehkan setiap tim menggunakan satu pemain pro. Terlebih jika pemain tersebut menerima beasiswa jalur prestasi dari kampusnya, sudah selayaknya ia diberi wadah untuk membela almamaternya,” jelas Dave.
Ia menambahkan, pemain asing wajib berstatus mahasiswa penuh dan memenuhi seluruh persyaratan administrasi.
Kompetisi ini menggunakan sistem round robin pada fase grup. Di sektor putra, hanya juara grup yang lolos ke semifinal, sedangkan di sektor putri, juara dan runner-up grup melaju ke babak empat besar.
Juara dan runner-up Regional Surabaya akan melaju ke fase puncak, The National, yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 6–13 Juni 2026. Pemenang nasional nantinya akan mewakili Indonesia pada ajang Asian University Basketball League 2027.
Pertandingan mengadopsi standar resmi Federasi Bola Basket Internasional (FIBA), termasuk sistem waktu 4x10 menit dan ketentuan seragam. “Tim dengan jersey berwarna terang akan disebut pertama, diperlakukan sebagai ‘tuan rumah’, dan menempati sisi kiri lapangan. Setelan jersey atas dan bawah harus berwarna sama dan solid,” jelas wasit Perbasi Jawa Timur, Arnas Anggoro.
Seluruh pertandingan akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Campus League dan dapat disaksikan masyarakat secara gratis di GOR Basket Unesa.
Selain itu, sebagai puncak Musim 1, Campus League akan menggelar UniGames di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang. Ajang multiolahraga ini akan mempertandingkan sejumlah cabang tambahan, seperti taekwondo, kempo, jujitsu, gulat, biliar, sepak bola putri, basket 3x3, dan atletik.
Predikat Grand Champions akan diberikan kepada perguruan tinggi dengan perolehan medali emas terbanyak sepanjang rangkaian kompetisi. (adv)