Penghargaan itu diserahkan dalam kegiatan halal bihalal dan silaturahmi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau yang digelar pada Kamis (2/4/2026) di Ballroom Hotel Mercure Berau.
Bencana yang melanda tiga provinsi tersebut diketahui menelan korban jiwa lebih dari 1.200 orang. Kondisi itu mendorong berbagai pihak, termasuk dunia usaha, untuk turut serta meringankan beban para korban.
Dalam aksi tersebut, PT Berau Coal menyalurkan donasi. Selain itu, dukungan juga datang dari mitra perusahaan,seperti PT Pamapersada Nusantara, PT Buma, PT FAD, PT KDC, dan PT MTN. Bantuan tersebut merupakan bagian dari gerakan gotong royong yang melibatkan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Berau.
Corporate Communication Superintendent PT Berau Coal, Rudini, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan oleh pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa kontribusi perusahaan merupakan bentuk komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“Kami berterima kasih atas apresiasi yang diberikan pemerintah daerah. Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus berkontribusi dan berkolaborasi memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Rudini menambahkan, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperluas manfaat kegiatan sosial. Terlebih dalam situasi bencana, sinergi dinilai mampu mempercepat penyaluran bantuan dan memperbesar dampak yang dirasakan.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut, sehingga kegiatan yang berdampak luas bagi masyarakat bisa semakin ditingkatkan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Berau, Brigjen Pol (Purn) Edy Suswanto, mengungkapkan aksi penggalangan donasi tersebut berangkat dari rasa kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana di Pulau Sumatera.
“Karena ada saudara kita di Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang mengalami bencana cukup besar, jadi setidaknya kita ikut meringankan beban mereka,” katanya.
Penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat atau daerah, melainkan juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat umum.
“Ini bukan hanya pemerintah saja, tapi kita sebagai satu komunitas yang memiliki kemampuan, kita sentuh teman-teman di swasta. Alhamdulillah responsnya cukup baik,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, turut mengapresiasi kontribusi PT Berau Coal dan seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat terdampak bencana, baik di dalam maupun luar daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dunia usaha, khususnya PT Berau Coal, yang telah berpartisipasi dalam membantu korban bencana,” ujarnya.
Sri Juniarsih menambahkan solidaritas yang ditunjukkan masyarakat Berau mencerminkan nilai gotong royong yang masih kuat. Ia berharap semangat tersebut dapat terus dipertahankan dalam berbagai program sosial ke depan.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus terjalin, tidak hanya saat bencana, tetapi juga dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, partisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut datang dari berbagai kalangan, mulai dari individu, perusahaan, hingga sektor perbankan. Hal ini menunjukkan tingginya solidaritas masyarakat Berau terhadap korban bencana di daerah lain.
“Partisipasinya beragam, ada perorangan, perusahaan, hingga perbankan. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial kita masih sangat kuat,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin