Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan ajang penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang berkontribusi dalam memajukan sepak bola nasional, mulai dari level akar rumput hingga profesional.
“PSSI Awards hadir untuk mengapresiasi semua pihak yang terus menjaga mimpi sepak bola Indonesia tetap hidup, dari grassroots hingga prestasi,” ujarnya melalui siaran pers tertulis Senin (30/3/2026).
Penghargaan tersebut diterima oleh Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono. Ia menyebut apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus memperluas jangkauan program dan memperkuat fondasi ekosistem sepak bola putri di Tanah Air.
Menurutnya, sejak pertama kali digelar pada 2023 di Kudus, Jawa Tengah, program ini terus berkembang dan kini telah menjangkau 12 kota, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Samarinda dan Banjarmasin. Kompetisi ini rutin digelar dua kali dalam setahun di setiap kota.
Dari sisi partisipasi, jumlah peserta menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada Seri 1 tahun 2024 tercatat sebanyak 5.163 peserta, kemudian meningkat menjadi 10.051 pada Seri 2 tahun yang sama. Sementara pada Seri 1 musim 2025–2026, jumlah peserta mencapai 17.492. Secara total, lebih dari 32.700 siswi SD dan MI telah mengikuti program ini.
Kepala SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, menilai MilkLife Soccer Challenge memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa, baik dari sisi kesehatan maupun kemampuan kognitif. Ia juga menyebut program ini menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakat di bidang olahraga.
“Program ini menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini mulai berjalan ke arah yang benar dan mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Tak hanya berdampak di tingkat sekolah, ajang ini juga melahirkan talenta muda. Salah satunya adalah Albianca Raula yang mengaku mendapat banyak pengalaman hingga sempat mengikuti seleksi tim nasional putri U-16. Hal serupa juga dirasakan Ika Wonda yang pernah membawa timnya meraih runner-up di ajang internasional JSSL Singapore 7’s 2025.
Selain pertandingan utama kategori usia 10 dan 12 tahun dengan format 7 lawan 7, MilkLife Soccer Challenge juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk usia 8 tahun, serta berbagai program pengembangan seperti Skill Challenge dan Extra Training.
Sebagai penutup rangkaian musim 2025–2026, akan digelar MilkLife Soccer Challenge All-Stars pada Juni 2026 di Supersoccer Arena. Ajang ini akan mempertemukan talenta terbaik dari seluruh kota dengan format pertandingan baru 9 lawan 9.
Sementara itu, Seri 2 musim 2025–2026 dijadwalkan mulai bergulir pada April hingga Mei 2026 di sejumlah kota, termasuk Samarinda, Bekasi, Banjarmasin, Kudus, Surabaya, dan Malang. Program ini diharapkan terus menjadi wadah lahirnya pesepak bola putri masa depan Indonesia. (Adv)
Editor: Aspian Nur