Melalui forum tersebut, pihaknya ingin memperkuat silaturahmi sekaligus memastikan informasi perusahaan tersampaikan kepada masyarakat secara akurat dan berimbang.
“Media adalah mitra strategis kami. Tentunya program bisa tersampaikan secara utuh dan berimbang kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program CSR perusahaan difokuskan pada sektor lingkungan, sosial, pendidikan, kesehatan, infrastruktur serta pengembangan ekonomi masyarakat dengan pendekatan kolaboratif.
“Kami menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan. Karena itu, seluruh program dirancang berbasis kebutuhan dan potensi lokal,” tegasnya.
Senada, CSR Dept Head Area Kaltim 1 & 2, Sigit Bandoro, menambahkan, pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada sektor sawit.
Salah satu program yang berjalan yakni peternakan ayam petelur dengan populasi sekitar 2.000 ekor di wilayah Muara Wahau dan Karangan.
Selain itu, perusahaan turut mengembangkan budidaya nanas dan aren di Desa Miau Baru serta padi sawah di Kecamatan Kongbeng guna mendukung ketahanan pangan lokal.
“Kami mendorong diversifikasi ekonomi. Pengembangan usaha non-sawit penting agar masyarakat memiliki sumber penghasilan alternatif yang berkelanjutan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Safety Section Head, Ashari, memaparkan implementasi program keselamatan kerja AMAN 247 sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap K3.
“Kami ingin K3 menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban administratif. Budaya keselamatan harus hidup dalam setiap aktivitas kerja,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan kampanye internal seperti “Kerja Semangat, Pulang Selamat” terus digalakkan untuk membangun kesadaran kolektif karyawan.
Sementara itu, HC & GA Dept Head Kaltim 1 & 2, Parawa Wisnu Putra, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola profesional. Kesejahteraan karyawan menjadi fondasi keberlanjutan perusahaan.
“Kami terus memperkuat pelatihan, disiplin kerja, serta fasilitas penunjang agar kinerja tetap optimal,” tuturnya. (adv)
Editor: Erwin