Marawizh 2 dirancang sebagai pengalaman kebersamaan. Hotel yang berlokasi strategis di jantung kota ini menyiapkan 135 menu nusantara yang akan berganti setiap pekan. Artinya, tamu tak akan menemukan hidangan yang sama sepanjang Ramadan.
General Manager Whiz Prime Hotel Balikpapan, A. Nurwahyu Jaelani, mengatakan keberhasilan Ramadan tahun lalu menjadi pijakan utama menghadirkan kembali program ini. Lebih dari 4 ribu tamu tercatat menikmati momen berbuka di hotel tersebut.
“Tahun lalu antusiasmenya luar biasa. Karena itu kami hadirkan kembali dengan konsep serupa, tetapi pilihan menu lebih variatif dan suasana lebih hangat,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Mulai dari hidangan pembuka, aneka gorengan, takjil tradisional, sajian berkuah, hingga menu utama bercita rasa khas berbagai daerah di Indonesia, seluruhnya disiapkan bergantian agar pengalaman berbuka terasa berbeda setiap kunjungan.
Tak hanya soal rasa, nilai kebersamaan juga menjadi fokus utama. Marawizh 2 menyasar keluarga, komunitas, hingga rekan kerja yang ingin menjadikan momen berbuka lebih istimewa. Untuk menikmati seluruh sajian tersebut, tamu cukup membayar Rp125 ribu per orang. Khusus lima hari pertama Ramadan, tersedia harga promo Rp105 ribu per orang.
“Hotel juga menghadirkan promo bayar 10 orang gratis 1 orang, sehingga cocok untuk rombongan,” tuturnya.
Kemudahan juga diberikan bagi keluarga yang membawa anak. Balita di bawah lima tahun tidak dikenakan biaya, sedangkan anak usia lima hingga sepuluh tahun cukup membayar setengah harga.
Menariknya, pengalaman berbuka tak berhenti di meja makan. Manajemen hotel juga menggelar lomba konten media sosial. Tamu yang membagikan momen buka puasa bersama dan menandai akun resmi hotel berkesempatan memenangkan voucer menginap kamar family suite senilai Rp1,5 juta.
Dengan kombinasi suasana hangat, menu melimpah, dan konsep yang terus diperbarui, Marawizh 2 diharapkan kembali menjadi pilihan utama masyarakat Balikpapan untuk mengisi momen Ramadan bersama orang-orang terdekat.
“Karena pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang berbuka tetapi tentang cerita yang tercipta di setiap meja kebersamaan,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin