Dokumentasikan Jejak dan Perkembangan Sekolah, SMAN 10 Samarinda Bentuk Tim Penyusun Sejarah
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – SMA Negeri 10 Samarinda mengambil langkah strategis dalam memperkuat identitas dan memori institusi melalui penyusunan sejarah sekolah secara komprehensif.
Upaya ini dilakukan dengan pembentukan Tim Penyusun Sejarah SMAN 10 Samarinda melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah tertanggal 24 Januari 2026.
Kepala SMAN 10 Samarinda, Ni Made Adnyani menjelaskan bahwa pendokumentasian perjalanan sekolah ini bertujuan agar rekam jejak institusi tercatat secara sistematis, akurat, dan bertanggung jawab.
Hal tersebut juga menjadi upaya memperkuat budaya sekolah serta posisi SMAN 10 sebagai salah satu sekolah unggulan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Dalam pelaksanaannya, penyusunan sejarah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak eksternal seperti akademisi, tokoh pendidikan, alumni, arsiparis, pelaku sejarah, hingga komunitas literasi.
“Keterlibatan multipihak ini dimaksudkan agar sejarah yang disusun memiliki kedalaman akademik, kekuatan narasi, dan validitas data yang terjamin,” ujar Ni Made Adnyani pada Kamis (29/1/2026).
Sejarah sekolah yang disusun mencakup rangkaian aspek penting yang merekam perjalanan SMA Negeri 10 Samarinda secara utuh.
Penulisan dimulai dari sejarah pendirian sekolah yang menelusuri latar belakang, konteks sosial, serta dinamika awal berdirinya. Selain itu, dokumentasi juga memuat sejarah aset yang menggambarkan perkembangan sarana dan prasarana sekolah dari masa ke masa.
Aspek lain yang turut dicatat adalah sejarah hukum, yang menguraikan dasar regulasi, kebijakan, serta berbagai keputusan strategis yang memengaruhi status dan pengembangan sekolah.
Penyusunan sejarah ini juga dilengkapi dengan catatan capaian, proses transformasi kelembagaan, serta peran SMA Negeri 10 Samarinda dalam ekosistem pendidikan daerah.
Tim penyusun memiliki tugas menghimpun dan mengelola arsip, melakukan penelusuran dokumen dan sejarah lisan, menyusun naskah sejarah secara kronologis dan tematik, serta melakukan verifikasi dan validasi data.
“Produk akhir yang ditargetkan berupa buku sejarah sekolah dan/atau media digital yang dapat diakses oleh warga sekolah dan masyarakat luas,” terangnya.
Penyusunan sejarah ini dipandang bukan sekadar dokumentasi masa lalu, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif dan kebanggaan bagi generasi mendatang.
Dengan langkah ini, SMAN 10 Samarinda berkomitmen untuk menjaga jejak sejarah sebagai fondasi menuju transformasi pendidikan yang berkarakter dan berintegritas. (Adv)
Editor: Erwin










