Perumda Tirta Kencana Sosialisasikan Penyesuaian Tarif 2026
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda mensosialisasikan penyesuaian tarif air minum yang akan diberlakukan pada 2026 di Hotel Puri Senyiur, Kamis (22/1/2026).
Kebijakan ini diambil berdasarkan sejumlah pertimbangan strategis, mulai dari kenaikan biaya operasional dan pemeliharaan, kebutuhan pengembangan layanan, penerapan full cost recovery, hingga target pencapaian 100 persen pelayanan akses air minum bagi warga Kota Tepian.
Direktur Utama Perumda Tirta Kencana Samarinda, Nor Wahid Hasyim menjelaskan, penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sistem penyediaan air bersih.
“Ini langkah agar pelayanan dan pengembangan tetap berjalan dan target 100 persen pelayanan pada 2029 bisa tercapai,” ujarnya.
Guna menjaga kondisi ekonomi masyarakat, kenaikan tarif rata-rata sekitar 9 persen dilakukan secara bertahap. Penerapan ini dibagi dalam tiga tahapan sepanjang 2026 agar masyarakat dapat beradaptasi.
Tahap pertama dimulai dengan kenaikan 2 persen untuk pemakaian periode Januari yang dibayarkan pada Februari 2026.
Tahap kedua sebesar 4 persen berlaku untuk pemakaian April dengan jadwal pembayaran pada Mei 2026. Rangkaian ini ditutup dengan kenaikan 3 persen pada tahap ketiga untuk pemakaian Agustus yang dibayarkan pada September 2026.
“Berlaku sejak Januari, tapi pembayarannya Februari, itupun bertahap per tiga bulan,” ujarnya.
Bersamaan dengan kebijakan tersebut, Perumda Tirta Kencana juga menghapuskan biaya administrasi atau abodemen bagi seluruh kategori pelanggan.
Kebijakan ini mencakup Kelompok I (sosial) senilai Rp9 ribu, Kelompok II (dasar) dengan nilai antara Rp10 ribu hingga Rp13 ribu, serta Kelompok III (penuh) yang berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp40 ribu sesuai tingkatan layanan.
“Jadi memang ada penyesuaian tarif, tetapi kemudian abonemen dihilangkan,” imbuhnya.
Meskipun kinerja perusahaan konsisten berada di kategori sehat dan baik, tekanan biaya operasional, terutama listrik dan bahan kimia terus meningkat.
“Kami justru mendorong penghematan. Ini mungkin terdengar unik bagi perusahaan air, tapi fungsi sosial itu yang kami jalankan,” ungkapnya.
Nor Wahid menilai keluhan masyarakat sebagai hal wajar dan menekankan pentingnya komunikasi serta sosialisasi agar tujuan kebijakan dipahami dengan baik.
Ia berharap melalui langkah ini, kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi secara berkelanjutan tanpa mengorbankan kemampuan bayar pelanggan. (adv)
Editor: Erwin










