Puncak perayaan HUT ke-28 SMA Negeri 10 Samarinda digelar melalui Finale Party di Lapangan SMAN 10 Samarinda Kampus Edu, Jalan PM Noor, Sabtu (10/1/2026) malam.
Ketua Panitia HUT SMA Negeri 10 Samarinda, David Haryanto menyampaikan bahwa perayaan tahun ini tidak dirancang sekadar seremonial. Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan warga sekolah, alumni, hingga masyarakat umum.
Ia menjelaskan, tema Glorience diambil dari gabungan kata Yunani glory dan excellence yang bermakna kejayaan dan ketangguhan.
“Tema tersebut selaras dengan visi SMA Negeri 10 Samarinda sebagai Sekolah Garuda Transformasi yang tangguh dan berdaya saing,” kata David.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 10 Samarinda, Ni Made Adnyani menjelaskan bahwa secara kalender, ulang tahun sekolah sebenarnya jatuh pada 11 Desember 2025. Namun, padatnya agenda sekolah Garuda membuat pelaksanaan perayaan diundur ke Januari.
“Kami fokuskan rangkaian kegiatan pada 5 sampai 10 Januari dan hari ini menjadi puncaknya,” ujar Ni Made Adnyani.
Rangkaian kegiatan HUT meliputi bakti sosial bersama alumni, lomba internal dan eksternal, jalan sehat, hingga kegiatan kebersamaan yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana menumbuhkan kepekaan sosial di samping penguatan akademik. “Target kami tidak hanya mengasah kemampuan berpikir, tetapi juga membangun kepedulian dan kebersamaan,” katanya.
Pada puncak acara, manajemen sekolah juga memberikan penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi. Tiga kategori penghargaan diberikan, yakni guru dedikatif 2025, guru berjasa 2025, serta tenaga kependidikan dedikatif.
Guru dedikatif dinilai berdasarkan keaktifan dan kontribusi dalam berbagai kegiatan sekolah, sementara guru berjasa diberikan kepada pendidik yang berhasil membina siswa meraih prestasi tingkat provinsi dan nasional.
“Tahun ini terdapat 27 guru dedikatif, lima tenaga kependidikan dedikatif, dan sembilan guru berjasa,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemberian penghargaan tersebut merupakan bagian dari komitmen SMA Negeri 10 Samarinda untuk menjadi sekolah yang ramah, terbuka, dan memberi ruang kontribusi tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga bagi masyarakat luas.
“Sekolah harus hadir memberi manfaat, baik bagi peserta didik maupun lingkungan sekitarnya,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin