Ribuan pelajar SMK dari jaringan sekolah mitra binaan AHM mendapat kesempatan langsung mempelajari teknologi terbaru yang telah diaplikasikan pada produk Honda. Program ini dirancang sebagai bagian dari strategi link and match antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan nyata dunia usaha serta industri.
Tidak hanya berfokus pada teori, AHBI menekankan penguasaan teknologi yang saat ini digunakan di pasar, seperti sistem konektivitas Honda RoadSync dan mesin eSP+ 160. Materi disampaikan secara aplikatif oleh instruktur vokasi bersertifikat, sehingga siswa memperoleh gambaran riil tentang standar teknologi dan kompetensi yang dibutuhkan di industri sepeda motor.
Pendekatan pembelajaran interaktif menjadi kekuatan utama AHBI. Peserta diajak memahami cara kerja sistem, pengoperasian fitur, hingga analisis keunggulan teknologi yang kini menjadi nilai tambah sepeda motor Honda. Proses ini dinilai penting untuk membekali siswa agar tidak tertinggal dari perkembangan produk yang semakin digital dan terintegrasi.
General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin menegaskan bahwa penguatan vokasi menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mencetak SDM unggul.
“Lulusan SMK perlu dibekali kemampuan yang relevan dengan teknologi aktual agar mampu bersaing di dunia kerja,” terangnya.
AHBI juga menjadi ruang kolaborasi antara industri, sekolah, dan tenaga pendidik. Dukungan jaringan main dealer Honda serta keterlibatan Politeknik Astra memperkaya materi pembelajaran, mulai dari teknologi otomotif hingga pengenalan manajemen dan proses produksi yang digunakan di industri.
Selain aspek teknis, AHM turut menyisipkan edukasi keselamatan berkendara sebagai bagian dari pembentukan karakter dan tanggung jawab calon tenaga kerja otomotif. Hal ini dinilai penting agar kompetensi yang dimiliki siswa tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga berorientasi pada keselamatan dan etika berkendara.
Melalui pengembangan berkelanjutan SMK binaan dan penyediaan fasilitas seperti Tempat Uji Kompetensi, AHM menargetkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas lulusan vokasi. “Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang siap kerja, cepat beradaptasi, dan memiliki daya saing tinggi di industri otomotif masa depan,” bebernya.
Editor: Aspian Nur