Senyum Benua Etam, Cara Alumni SMAN 10 Rayakan HUT Sekolah
3 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Ratusan warga memadati Kampus A SMAN 10 Samarinda sejak pagi. Kedatangan mereka bukan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar, melainkan memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang digelar Ikatan Alumni SMAN 10 Samarinda (IKASADA).
Bakti sosial bertajuk Senyum Benua Etam tersebut dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 SMAN 10 Samarinda, Sabtu (20/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan HAM Rifaddin, Kecamatan Samarinda Seberang, itu dibuka untuk umum dan digelar sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WITA tanpa dipungut biaya.
Sejumlah fasilitas sekolah dimanfaatkan sebagai area pelayanan medis. Panitia memastikan aspek sanitasi dan kebersihan berjalan optimal, terutama pada layanan sunat massal dan pemeriksaan kesehatan, guna menjaga kenyamanan serta keamanan warga yang hadir.
Beragam layanan disediakan, diantaranya sunat massal, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat, pemeriksaan kesehatan umum disertai konsultasi, pemeriksaan gigi tanpa tindakan, serta pengobatan gratis.
Ketua IKASADA Aditya Novan menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan wujud kontribusi alumni kepada masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian peringatan hari jadi sekolah.
“Kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan menjadi bagian dari perayaan HUT ke-28 SMAN 10 Samarinda,” ujar Aditya.
Selain itu, bakti sosial ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi serta reuni sederhana antara alumni, guru, dan siswa. Bagi siswa, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung untuk mengenal profesi di bidang kesehatan.
“Siswa bisa melihat secara langsung bagaimana tenaga medis bekerja, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, tindakan bedah, hingga layanan kesehatan gigi,” jelasnya.
Untuk layanan sunat massal, panitia menargetkan 100 peserta dan terealisasi 101 anak. Pemeriksaan kesehatan umum menargetkan 200 peserta, termasuk pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Layanan pemeriksaan gigi juga melayani 200 orang. Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 500 warga.
Aditya menegaskan, kegiatan tersebut sepenuhnya dilaksanakan oleh alumni. Pendanaan, tenaga medis, hingga pelaksanaan berasal dari IKASADA.
“Tenaga medis berasal dari alumni. Dana yang digunakan difokuskan untuk kebutuhan obat dan perlengkapan,” katanya.
Panitia yang terlibat berjumlah sekitar 100 orang, terdiri dari alumni dan sejumlah siswa, sementara tenaga dokter mencapai sekitar 25 orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim), Armin turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai bakti sosial ini memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini perlu sering diagendakan karena dampaknya nyata bagi masyarakat. Kami tentu mendukung,” ujarnya.
Armin berharap acara tersebut dapat menjadi contoh bagi alumni sekolah lain sekaligus mempererat hubungan alumni dengan lingkungan sekolah dan para guru. Apalagi, dirinya juga memiliki kedekatan emosional dengan SMAN 10 Samarinda karena pernah menjabat sebagai kepala sekolah di sana.
"Tentu kegiatan seperti ini harus menjadi contoh yang baik bagi semua pihak," imbuhnya.
Plt Kepala SMAN 10 Samarinda, Ni Made Adnyani turut menyampaikan apresiasi kepada IKASADA. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan nilai kebersamaan yang kuat. “Saya merangkumnya dalam tiga kata, mulia, bahagia, dan gotong royong,” ucap Ni Made Adnyani.
Melalui bakti sosial, ia berharap peran alumni tidak berhenti pada nostalgia, tetapi terus hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung kemajuan sekolah.
"Bakti sosial ini mulia karena dirasakan masyarakat, bahagia karena yang datang tersenyum, dan gotong royong karena seluruh angkatan terlibat," tutupnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur










