Dukung Pemulihan Pascabencana, BBE-KMIA Kirim Tim ERT ke Sumatera Barat
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Permata S. Rahayu
PADANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghimpun dan menggerakkan Tim Penyelamat atau Emergency Response Team (ERT) yang berasal dari berbagai perusahaan energi di Indonesia, untuk mendorong percepatan pemulihan bencana alam yang terjadi di Pulau Sumatera.
Hal ini pun direspons cepat oleh PT Bukit Baiduri Energi (BBE) dan PT Khotai Makmur Insan Abadi (KMIA) yang menurunkan satu Tim Penyelamat. Tim tersebut terdiri dari empat penyelamat dan satu orang tenaga medis. Mereka seluruhnya memiliki bekal pelatihan pertolongan pertama dan teknik evakuasi.
Tim Penyelamat BBE-KMIA ditempatkan di Kecamatan Palembayan Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat selama 4-12 Desember 2025. Selama di Nagarie Aia, tim terlibat evakuasi korban, menyalurkan bantuan sembako serta air bersih, pengecekan Kesehatan terhadap masyarakat dan melakukan program trauma healing.
Empat kegiatan ini dilaksanakan di dua titik yaitu Panti Asuhan Putra Muhammadiyah dan Posko Utama Banjir Bandang kampung Tanjung.
Salah seorang anggota ERT, ELga Eka Eklian menceritakan beratnya operasi pencarian selama tujuh hari di lokasi. Koordinasi operasi dilakukan setiap pagi melalui briefing tim SAR gabungan yang difasilitasi Basarnas. Sementara alat berat disokong perusahaan di bawah Kementerian ESDM untuk mempercepat penguraian material.
“Tantangan terbesarnya bagaimana menembus lumpur yang menutup hampir seluruh area,” cerita Elga dengan penuh haru.
“Lokasi kejadian juga masih rawan bergeser, karena belum stabil. Kadang, kita bisa tau ada korban lewat bau yang tercium. Bagi kami (rescuer) itu momen paling emosional,” sambungnya.
General Manager Operation PT BBE dan PT KMIA, Reno Barus menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap bencana yang terjadi. Ditambahkannya, BBE dan KMIA hadir sebagai bagian dari upaya pemulihan bencana yang menimpa saudara-saudara kita di beberapa daerah di Sumatera.
Perusahaan juga bersinergi dengan pemerintah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke lokasi-lokasi terdampak. Dia menyebut, kerja sama di lapangan dan solidaritas merupakan kekuatan utama yang menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana.
“Kami terus berupaya untuk mengoptimalkan kontribusi kami, baik dari pengiriman bantuan hingga menerjunkan sejumlah personel dari ERT. Semoga bisa sedikit meringankan beban korban terdampak,” pungkasnya. (Adv)










