Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 10 Samarinda, Ni Made Adnyani menyebutkan workshop tersebut diikuti manajemen internal SMA Negeri 10 Samarinda bersama 38 kepala sekolah pengimbasan. Peserta berasal dari SMA negeri dan swasta, serta madrasah aliyah negeri dan swasta.
“Tujuan dari workshop ini adalah mempersiapkan sekolah untuk memiliki kesiapan membawa murid-muridnya ke kancah global,” kata Ni Made Adnyani.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa, 8–9 Desember 2025, dan merupakan bagian dari rangkaian Program Sekolah Garuda Transformasi.
Ni Made berharap, sekolah-sekolah pengimbasan dapat lebih siap mengantarkan siswa memiliki kapasitas sebagai warga masyarakat global sekaligus mendorong peningkatan daya saing sekolah di level internasional.
Sementara itu, pemateri workshop Prof Diana Sari dari Universitas Padjadjaran (Unpad) menegaskan bahwa penguatan manajemen sekolah menjadi fondasi utama.
Ia menilai, sejumlah sekolah di Samarinda sebenarnya memiliki potensi besar untuk mengantarkan siswanya menembus universitas kelas dunia.
“Dari sisi sumber daya dan fasilitas, banyak sekolah sudah cukup mumpuni, yang dibutuhkan sekarang adalah penguatan manajemen serta dukungan pemerintah,” ujarnya.
Diana juga menekankan, siswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri perlu dibekali budaya bertanya, kreativitas, dan sikap proaktif sejak dini.
Sebab, kesiapan tidak hanya menyangkut siswa, tetapi juga orang tua, yang kerap kali masih menghadapi dilema dalam mendukung rencana studi anak ke luar negeri.
“Ada siswa yang siap sekolah ke luar negeri, tetapi orang tuanya belum siap ditinggal. Di sisi lain, ada orang tua yang mendorong anaknya ke luar negeri, namun anaknya justru ingin tetap di dalam negeri,” jelasnya.
Melalui workshop ini, ia berharap sekolah di Samarinda dapat bergerak bersama memperkuat sistem pendampingan siswa dan menyiapkan generasi yang mampu berkiprah di perguruan tinggi terbaik dunia.
“Harapannya, sekolah semakin siap membekali murid dengan kemampuan dan kapasitas yang kompetitif secara global,” tutupnya. (adv)
Editor: Erwin