Alih-alih sekadar menjadi penanda keberhasilan administratif, status baru ini langsung diarahkan sebagai dasar percepatan transformasi UNMUL menuju standar universitas kelas dunia. Rektor UNMUL, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa pencapaian ini membuka ruang kompetisi yang jauh lebih luas bagi kampus terbesar di Kalimantan Timur tersebut.
“Akreditasi Unggul bukan garis akhir, tetapi titik awal untuk memperkuat posisi UNMUL dalam peta pendidikan tinggi nasional maupun internasional,” ujar Prof. Abdunnur, Rabu (3/12/2025).
Ia menyebut, predikat tertinggi dari BAN-PT itu merupakan hasil konsolidasi panjang mulai dari perbaikan tata kelola, penguatan mutu akademik, hingga peningkatan jejaring riset.
Menurutnya, status Unggul akan menjadi dasar bagi UNMUL mempercepat pemenuhan berbagai standar internasional. Program internasionalisasi yang telah berjalan, seperti akreditasi prodi bertaraf global, kolaborasi riset lintas negara, peningkatan publikasi bereputasi, hingga transformasi digital pembelajaran, kini akan ditingkatkan secara lebih agresif.
Di balik keberhasilan ini, proses penyusunan dokumen akreditasi melibatkan berbagai unsur internal mulai dari senat, dewan pertimbangan, unit penjaminan mutu, lembaga penelitian dan pengabdian, hingga fakultas dan program studi.
“Setiap elemen berkontribusi. Ini bukti bahwa budaya mutu sudah mulai mengakar,” kata Abdunnur.
Ia menambahkan, predikat Unggul memberi nilai tambah bagi mahasiswa dan alumni. Reputasi institusional yang lebih kuat diproyeksikan meningkatkan kepercayaan dunia industri, memperluas peluang kerja sama, serta memperbaiki daya serap lulusan di pasar kerja.
UNMUL juga menilai momentum ini penting bagi penguatan perannya sebagai universitas rujukan di kawasan Indonesia Timur. Selain menaikkan standar Tri Dharma, kampus ini menargetkan penambahan skala riset multidisiplin dan perluasan jaringan mitra internasional untuk mendorong inovasi yang lebih kompetitif.
“Ini komitmen kami untuk memastikan UNMUL semakin siap bersaing di tingkat global, tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai perguruan tinggi yang melayani kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin