Keempat penghargaan tersebut diperoleh melalui kontribusi 2 tim dalam kategori Quality Innovation Concept (QIC) dan 2 tim dalam kategori Suggestion System (SS). Pada kategori QIC diwakili oleh dua tim inovasi, yaitu Green Guardian yang terdiri dari R. Gilang Permana Kusumah dan Rizki Widiyatmoko, serta tim Dimension Five yang beranggotakan Tegar Reza Ridwan dan Napriliade Puspa. Adapun untuk kategori SS, Kideco diwakili oleh Efran Utama dan Tri Noviyanto.
Keikutsertaan perdana ini menunjukkan bahwa budaya inovasi di Kideco tidak hanya berfokus pada level manajemen, tetapi juga tumbuh kuat hingga lini operasional melalui para inovator mudanya.
Direktur Bina Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Muhammad Ali, menegaskan produktivitas nasional terus tumbuh, salah satunya melalui semangat inovasi yang ditularkan dalam ajang TKMPN. Menurutnya, keberhasilan acara ini terlihat dari sejauh mana perusahaan mampu menerapkan inovasi dalam lingkungan kerjanya.
Division Head Organization Effectiveness dan Talent Management, Fiqih Santoso mengatakan, prestasi tingkat nasional di TKMPN bukanlah tujuan akhir. Harapannya, apresiasi tersebut dapat menginspirasi seluruh karyawan Kideco untuk terus menguatkan budaya inovasi.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan kerja sama dengan para pimpinan untuk mewujudkan psychological safety sebagai bekal inovasi, di mana setiap karyawan memiliki ruang nyaman untuk berkreasi dan berpendapat,” ujar Fiqih Santoso.
Partisipasi Kideco di TKMPN 2025 menjadi bentuk nyata komitmen Kideco dalam meningkatkan mutu dan produktivitas operasional melalui budaya Continuous Improvement. Ajang TKMPN juga menjadi sarana penting untuk benchmark dan membandingkan kualitas inovasi Kideco dengan ratusan perusahaan nasional.
Melalui kegiatan ini, Kideco memperkuat komitmen dalam menghadirkan kreativitas yang memberi nilai tambah, sekaligus menegaskan perannya sebagai pelopor solusi inovatif di industri pertambangan. (adv)