Momentum ini membuat Astra Motor Kaltim 2 menegaskan kembali urgensi edukasi keselamatan berkendara, terutama bagi mereka yang rutin mengikuti perjalanan touring dan kegiatan komunitas. Safety Riding Officer Astra Motor Kaltim 2, Fajrin Nur Huda, menyebut teknik #Cari_Aman tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam setiap perjalanan.
“Riders perlu memahami teknik berkendara jarak jauh, terutama saat menghadapi rute tanjakan dan turunan. Fokus adalah kunci agar pengendara tiba dengan selamat sekaligus menikmati perjalanan,” kata Fajrin.
Alih-alih hanya merayakan suksesnya penyelenggaraan HBD 2025, Fajrin menekankan bahwa euforia acara besar semacam ini sering kali membuat para pengendara lupa pada aspek teknis dan persiapan fisik. Karena itu, Astra Motor Kaltim 2 merilis kembali sejumlah panduan yang dapat digunakan pengendara untuk perjalanan touring maupun perjalanan pulang dari event besar seperti HBD.
Menurut Fajrin, perjalanan jarak jauh justru menjadi tahap paling rawan, terutama bagi bikers yang menempuh rute puluhan hingga ratusan kilometer setelah kegiatan besar. Keletihan fisik, kondisi kendaraan yang berubah, serta medan jalan yang beragam menjadi kombinasi yang berisiko.
Untuk itu, ia menekankan enam poin penting yang wajib diperhatikan:
1. Pemeriksaan total kendaraan sebelum berangkat
Mulai dari oli, rem, bahan bakar, rantai, dan ban harus dicek secara detail. “Kesalahan kecil bisa berakibat besar di perjalanan panjang,” ujarnya.
2. Memahami kondisi dan rute perjalanan
Pengendara perlu mengatur jadwal dan rute yang efisien untuk menghemat tenaga sekaligus menghindari jalur rawan padat.
3. Teknik menghadapi tanjakan
Momentum harus dijaga dengan akselerasi yang tepat. Pengendara disarankan menurunkan kecepatan bertahap menjelang puncak tanjakan.
4. Mengelola kecepatan saat turunan
Kecepatan harus dikurangi jauh sebelum turunan. Jika rem mulai panas, pengendara wajib berhenti sejenak untuk pendinginan.
5. Postur tubuh yang benar
Posisi badan condong ke depan untuk tanjakan dan condong ke belakang saat turunan adalah teknik dasar yang sering diabaikan.
6. Menjaga keamanan saat berhenti di tanjakan
Rem belakang harus lebih dominan untuk menahan gaya dorong. Pengendara juga diimbau tidak berada tepat di belakang kendaraan besar.
Fajrin menambahkan, pengetahuan ini bukan hanya berguna saat mengikuti HBD, tetapi juga dalam berbagai kegiatan touring komunitas maupun perjalanan pribadi. “Keselamatan selalu menjadi prioritas. #Cari_Aman itu bukan hanya kewajiban, tapi gaya hidup berkendara,” tegasnya.
Astra Motor Kaltim 2 berharap semangat persaudaraan yang tumbuh di HBD 2025 dapat berjalan seiring dengan meningkatnya kesadaran berkendara aman di kalangan bikers, baik saat menghadiri acara besar maupun saat kembali ke aktivitas harian mereka. (Adv)
Editor: Erwin