Peringatan Hari Sumpah Pemuda, SMA 10 Samarinda Dibidik Jadi Sekolah Kelas Dunia
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Lapangan SMA Negeri 10 Samarinda tampak semarak pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Selasa, (28/10/2025) pagi.
Seluruh siswa dan guru mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia, menampilkan keanekaragaman budaya yang menjadi ciri khas bangsa.
Kegiatan ini juga dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Armin.
Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa SMA Negeri 10 harus menjadi sekolah berstandar internasional yang mampu mencetak generasi siap bersaing di tingkat global.
Terlebih lagi, statusnya sebagai Sekolah Garuda Transformasi tentu menjadi momentum untuk memperkuat karakter dan daya juang siswa.
“Saya ingin SMA 10 menjadi sekolah dengan standar tinggi. Anak-anaknya harus bisa bersaing di level internasional,” tegas Armin di hadapan siswa.
Armin juga menyinggung pentingnya kemampuan menulis tangan di tengah kemajuan teknologi digital, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, agar pelajar Indonesia kembali membiasakan diri menulis manual.
"Anak-anak SMA 10 harus rajin membaca, menulis, dan belajar. Sekolah ini tidak mengenal anak manja, tapi melahirkan generasi tangguh yang siap menghadapi tantangan,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa mulai tahun ini, kemampuan berbahasa Inggris menjadi syarat wajib bagi seluruh siswa SMA Negeri 10, agar mereka siap bersaing di tingkat internasional.
“Saya tidak mau lagi bertemu anak SMA 10 yang tidak bisa bahasa Inggris. Ini akan menjadi standar kita. Kalau sukses, sekolah lain pasti akan meniru,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, mengatakan seluruh guru di sekolahnya dipilih melalui proses seleksi ketat untuk mendukung visi Garuda Transformasi. Salah satu syarat utamanya adalah kemampuan berbahasa Inggris dengan standar minimal skor TOEFL 500.
“Guru-guru di sini memang diseleksi. Karena SMA 10 adalah sekolah Garuda Transformasi, maka guru juga harus bisa berbahasa Inggris. Kami masih menggunakan standar TOEFL di angka 500,” jelasnya.
Meski begitu, dirinya berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga momentum bagi seluruh warga sekolah untuk menanamkan semangat nasionalisme dan kerja keras dalam menghadapi tantangan global.
“Anak-anak harus bangga menjadi pelajar Indonesia. Mereka juga harus siap menjadi warga dunia yang berkarakter, berprestasi, dan berdaya saing tinggi,” tukasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur










