Masyarakat yang hadir sebagai peserta merupakan kelompok ibu-ibu Dasawisma PKK RT 26 dan sekaligus dihadiri oleh ketua RT 26 Kelurahan Sungai Keledang.
Ketua RT 26, Jamal menyampaikan kegiatan seperti ini perlu dilakukan sesering mungkin sebagai langkah meningkatkan kapasitas yang dimiliki oleh masyarakat.
“Khususnya meningkatkan produktivitas masyarakat khususnya ibu-ibu Dasawisma PKK RT 26 Sungai Keledang,” ungkap Jamal.
Ketua Pelaksana Program, Farida Aryani mengatakan, tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pengurus PKK RT 26 dalam mengolah pangan berbasis ikan patin menjadi produk otak-otak sehat.
“Dan juga higienis berasal dari surimi yang dikombinasikan dengan jenis-jenis sayuran seperti wortel, kelor, ataupun jamur,” terang Farida yang juga sebagai narasumber.
Mika Debora Br Barus sebagai narasumber kedua juga mengatakan, Ikan patin merupakan salah satu komoditas perikanan yang tersedia cukup besar di Kalimantan Timur dan memiliki potensi besar sebagai bahan baku olahan pangan.
Selain teksturnya yang lembut dan rasanya yang gurih, ikan patin juga mengandung protein hewani berkualitas tinggi serta asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan perkembangan otak.
Pemanfaatan ikan patin sebagai produk olahan bernilai tambah masih terbatas pada pengolahan tradisional, seperti digoreng atau dibakar untuk konsumsi langsung.
“Salah satu bentuk pengolahan modern yang dapat meningkatkan nilai tambah ikan patin adalah dengan menjadikannya sebagai bahan dasar surimi, yaitu daging ikan yang dihaluskan dan distandardisasi, yang dapat digunakan untuk berbagai produk olahan seperti otak-otak ikan,” tuturnya.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mencakup pentingnya konsumsi protein hewani dan sayuran dalam menu harian keluarga, konsep pangan fungsional, serta manfaat ikan patin dan sayuran lokal sebagai bahan pangan sehat. Peserta juga turut mempraktikkan langsung proses pengolahan surimi dari ikan patin, teknik formulasi adonan, pencampuran bahan tambahan sayuran, teknik membentuk otak-otak, hingga proses pengukusan dan penggorengan dan pengemasan sederhana dan menjadi produk otak-otak siap konsumsi.
Dengan terlaksananya program ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat untuk menyediakan produk pangan fungsional yang sehat dan ekonomis. Selain itu,diharapkan dapat membantu keluarga di lingkungan RT 26 dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari sekaligus membuka jalan menuju pemberdayaan ekonomi berbasis rumah tangga. (Adv)
Editor: Faishal Ays