Hari pertama, Selasa (5/8/2025) lalu difokuskan untuk PKKMB, sementara hari kedua, Rabu (6/8/2025) ditujukan khusus untuk POMB. Kedua kegiatan ini menjadi bagian dari strategi kampus untuk membangun sinergi antara mahasiswa, orang tua, dan civitas akademika.
Rektor Unmul, Abdunnur, menyampaikan bahwa pelaksanaan dua kegiatan ini bukan sekadar seremoni awal tahun akademik, melainkan bagian penting dalam membangun budaya akademik yang kuat.
Pada hari pertama, PKKMB ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, Kapok Sahli Kodam VI Mulawarman Brigjen TNI Deni Sukwara, para Rektor hingga wakil rektor, dekan, serta jajaran akademisi Unmul lainnya.
“PKKMB menjadi pintu awal mahasiswa mengenal lingkungan kampus, budaya akademik, serta tantangan yang akan mereka hadapi ke depan. Sedangkan POMB, adalah forum penting untuk melibatkan orang tua sebagai mitra dalam proses pendidikan anak-anak mereka di Unmul,” ujar Abdunnur, usai menggelar POMB di Gelora 27 September.
PKKMB diikuti oleh 6.426 mahasiswa baru yang diterima dari 45 ribu pendaftar. Dalam kesempatan itu, Abdunnur menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap Unmul terus meningkat. Saat ini, kampus yang berada di peringkat ke-29 nasional tersebut memiliki lebih dari 35 ribu mahasiswa aktif yang tersebar di 14 fakultas, didukung oleh sekitar 1.500 dosen dan tenaga kependidikan.
“Ini membuktikan bahwa Unmul semakin dipercaya sebagai tempat menimba ilmu. Mahasiswa baru kami harapkan bisa aktif, tidak hanya dalam perkuliahan, tetapi juga dalam organisasi, riset, dan pengembangan diri,” tegasnya.
Di hari kedua, POMB digelar sebagai forum silaturahmi antara pihak kampus dan orang tua mahasiswa baru. Abdunnur menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung proses pendidikan anak-anak mereka di perguruan tinggi.
“Keberhasilan mahasiswa bukan hanya tanggung jawab kampus. Kolaborasi dengan orang tua sangat penting untuk memastikan mahasiswa bisa menyelesaikan studi tepat waktu, dengan kualitas akademik dan karakter yang unggul,” ucapnya.
Dalam diskusi bersama orang tua, juga dibahas berbagai hal terkait proses pembelajaran, evaluasi akademik, serta penguatan karakter mahasiswa. Abdunnur menegaskan bahwa Unmul tidak hanya fokus mencetak lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Kami ingin Unmul menjadi center of excellence sekaligus center of civilization. Selain unggul dalam IPTEK, mahasiswa juga kami dorong untuk memiliki akhlak, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap bangsa,” paparnya.
Abdunnur juga memastikan bahwa program Pendidikan Gratis untuk Masyarakat Kaltim (Gratispol) akan terus berlanjut sebagai bentuk komitmen Unmul dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi di wilayah Kalimantan Timur.
“Dengan sinergi kampus, mahasiswa, dan orang tua, kami optimis Unmul dapat terus berkontribusi dalam mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (ADV)
Editor: Erwin