Khodimul atau Pimpinan Majelis Shalawat Nariyah Tenggarong Moh Samhujiyono Azam mengatakan pihaknya sangat bersyukur bisa menghadirkan KH. Kholil As’ad Syamsul Arifin ke Kota Raja Tenggarong. Seperti diketahui bersama banyak Jemaah yang menantikan kehadiran tokoh ulama asal tanah jawa ini.
“Alhamdulillah beliau berkenan memenuhi undangan kami, sebenarnya jadwal beliau padat hingga tahun 2026, patut bersyukur kita semua beliau bisa hadir, sebelum ke sini, beberapa hari sebelumnya beliau ke Samarinda kemudian ke Balikpapan dan terakhir acara di sini Halaman Parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong,” kata Azzam kepada korankaltim kemarin.
Azzam mengungkapkan sebelum ke titik acara Tabligh Akbar di Halaman Parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong, rombongan KH. Kholil As’ad Syamsul disambut terlebih dahulu di Sekretariat Majelis Shalawat Nariyah Tenggarong bertempat di Gang Wakaf 2 Jalan Danau Aji Kelurahan Melayu Kecamatan Tenggarong. Tema yang diusung untuk kegiatan perdana kali ini yaitu ‘menjalin ukhuwah menggapai berkah’.
“Kami sambut dulu beliau di kediaman kami, Sekretariat Majelis Shalawat Nariyah Tenggarong di Gang Wakaf 2. Adapun aktivitas majelis kami yaitu setiap satu bulan sekali tepatnya pada hari malam Jumat Legi, kami membaca bersama-sama shalawat nariyah sebanyak 4.444 kali,” terang Azzam yang juga selaku Ketua Ikatan Keluarga Madura ini. Pantauan langsung Koran Kaltim, ribuan Jemaah hadir langsung pada kegiatan ini, Jemaah hadir dari berbagai kawasan baik Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang, Sebulu, Loa Kulu, Loa Janan dan kecamatan lainnya di Kukar.
Diketahui Kiai Kholil As’ad merupakan salah satu tokoh terkenal sebagai seorang Kiai NU. Kiai Kholil As’ad merupakan pendiri dan penguasuh Pondok Pesantren Wali Songo di Situbondo, Jawa Timur.
Kiai Kholil As’ad adalah anak dari pasangan KH Raden As’ad Syamsul Arifin dengan Nyai Hj Zainab. KH Raden As’ad Syamsul Arifin merupakan salah satu pendiri NU di Situbondo. Kiai Kholil As’ad merupakan ulama besar yang lahir di Mekkah dan disegani oleh para Nahdliyin. Kiai Kholil As’ad pernah menempuh pendidikan di Mekkah hingga kemudian pulang ke Indonesia pada tahun 1991. (Adv)
Editor: Aspian Nur