Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, terutama pentingnya penggunaan helm standar dan perlengkapan keselamatan lainnya. Dalam agenda tersebut, puluhan helm dibagikan kepada pengendara yang tertib maupun yang kedapatan tak menggunakan helm.
Fajrin Nur Huda, selaku Safety Riding dan Community Development Astra Motor Kaltim 2, menegaskan bahwa keikutsertaan pihaknya merupakan bagian dari gerakan nasional Sinergi Bersama Bagi Negeri.
“Kami ingin menanamkan budaya #Cari_Aman kepada masyarakat, terutama generasi muda. Helm dan jaket itu bukan hanya atribut, tapi perlindungan utama saat berkendara,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keterlibatan komunitas Honda seperti Ikatan Motor Honda Samarinda (IMHS) turut memperkuat edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan raya. “Semua ini untuk mendukung terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib di Samarinda,” tambah Fajrin.
Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki, menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan kendaraan bermotor (Rikranmor) menjadi bagian integral dalam operasi kali ini. Selain menekan angka kecelakaan, operasi ini juga menyasar kepatuhan pajak kendaraan bermotor di wilayah kota.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Laode Prasetyo Fuad, menyampaikan bahwa Operasi Patuh Mahakam 2025 menargetkan sembilan jenis pelanggaran, mulai dari pengendara tanpa helm SNI, pengemudi di bawah umur, hingga penggunaan HP saat berkendara. Termasuk juga pelanggaran terkait kendaraan ODOL dan kelengkapan surat-surat.
“Kami tidak hanya melakukan imbauan, tetapi juga penindakan tegas melalui tilang bagi pelanggar. Ini demi keselamatan semua pengguna jalan,” tegas Kompol Laode.
Ia mengimbau masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama saat berkendara. “Patuhi aturan, karena kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur