Sebanyak 22 pelaku usaha muda dari berbagai daerah, termasuk Kalimantan Selatan, Bali, dan Sumatera, dilatih untuk meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial bengkel sepeda motor yang mereka rintis. Program ini juga mendukung penyediaan tempat praktik kerja lapangan (PKL) bagi siswa SMK jurusan otomotif roda dua.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin anak-anak muda yang bergerak di sektor otomotif bisa naik kelas, profesional, dan menjadi pendorong ekonomi lokal di wilayahnya,” ujar Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin.
Peserta mendapatkan pembekalan dalam pengelolaan operasional, strategi keuangan, manajemen SDM, serta pemasaran digital. Mereka juga diajak melakukan benchmark ke bengkel MAN Motor di Kulonprogo, salah satu bengkel binaan berprestasi yang kini telah memiliki cabang dan layanan lengkap.
Tiga bengkel terbaik dari program ini memperoleh bantuan pengembangan usaha. LET Motor Bali meraih penghargaan Best Growth Performance berkat peningkatan pendapatan yang signifikan. MAN Motor Yogyakarta meraih Best Business Development karena konsistensinya dalam membangun bisnis, sedangkan Reyhan Jaya Motor Bojonegoro dianugerahi Best Compliance atas partisipasi aktif dalam seluruh rangkaian program pendampingan.
Pemilik MAN Motor, Ikbal Usman Febriyanto, menuturkan bahwa dukungan Yayasan AHM tidak hanya sebatas pelatihan. “Kami juga menerima peralatan bengkel, modal usaha tanpa bunga, hingga pelatihan digital marketing. Ini sangat membantu perkembangan usaha kami,” ucapnya.
AHYPP juga menjadi wadah penguatan ekosistem wirausaha muda. Puluhan bengkel binaan ini telah menyerap 54 tenaga kerja baru dan menjadi tempat belajar bagi siswa SMK. Program ini sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan (SDGs) melalui pemberdayaan ekonomi lokal. (Adv)
Editor: Aspian Nur