Seperti yang disampaikan Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim, bahwa operasi Jagratara bertujuan untuk memperketat pengawasan terhadap WNA.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 125 personel Imigrasi, mulai dari Penyidik Pegawaj Negeri Sipil (PNS) Imigrasi hingga Petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi, dikerahkan dalam operasi ini.
"Operasi Jagratara sendiri merupakan pengawasan yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia oleh petugas imigrasi, khususnya dalam penegakan hukum terkait pelanggaran keimigrasian," ujar Silmy Karim.
Dia menjelaskan, bahwa operasi ini merupakan penutup tahun 2024, setelah sebelumnya dua operasi serupa berhasil digelar.
"Operasi Jagratara hadir dari meningkatnya jumlah orang asing di Indonesia, terutama di sektor pariwisata dan investasi. Pengawasan intensif ini penting untuk memastikan bahwa setiap pendatang mematuhi aturan imigrasi dan memiliki kualitas yang baik," ucapnya.
Lebih lanjut, sebagai bentuk kesiapan, Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian telah memerintahkan seluruh kantor imigrasi di Indonesia untuk memperhatikan stabilitas keamanan serta mitigasi risiko selama operasi berlangsung.
"Sehingga setiap pelanggaran yang ditemukan dapat langsung ditindak oleh petugas sesuai aturan yang berlaku," katanya.
Dalam mendukung pelaksanaan operasi tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi juga menyerahkan secara simbolis 20 unit kendaraan patroli baru dari total 265 kendaraan yang akan dialokasikan ke kantor imigrasi di Bali.
"Penambahan kendaraan kita harapkan bisa meningkatkan mobilitas petugas dan mempercepat respon terhadap pelanggaran yang ditemukan, dan alokasi kendaraan akan menyesuaikan dengan konsentrasi WNA di setiap wilayah," terangnya.
Silmy menekankan, pentingnya pengawasan ini dalam menjaga Indonesia sebagai destinasi yang aman dan nyaman bagi wisatawan serta investor mancanegara.
"Pastinya kita ingin memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan yang nyaman bagi mereka yang taat aturan, sekaligus menjaga keamanan masyarakat dari ancaman kejahatan lintas negara dan pelanggaran ketertiban umum," tuturnya.
Operasi Jagratara ini diharapkan juga mampu memperkuat penegakan hukum keimigrasian di Indonesia serta menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah semakin banyaknya WNA yang masuk ke Indonesia. (adv)