Unmul Perkuat Persatuan dalam Keberagaman Melalui Kirab Budaya
2 menit baca206 kali dibaca

Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar Kiran Budaya dalam momentum Dies Natalis Unmul yang ke-62 tahun. Perayaan ini juga diramaikan oleh peserta dengan menggunakan kostum daerah.
Kegiatan yang diselenggarakan di depan halaman gedung rektorat Unmul tersebut dinilai dapat mempererat hubungan antara civitas akademika.
Rektor Unmul, Abdunnur mengatakan bahwa Kirab Budaya ini mengambil tema Nusantara sehingga setiap peserta menggunakan kostum unik dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Terlebih, kegiatan ini merupakan Kirab Budaya perdana yang dilaksanakan oleh Unmul.
“Ini masih dalam perayaan Dies Natalis ke-62 tahun dengan menggelar Kirab Budaya dan diikuti oleh seluruh jajaran civitas akademika yang ada di Unmul, termasuk mahasiswa juga ikut,” ungkapnya, Selasa (24/9/2024) siang tadi.
Memeriahkan Dies Natalis ini dimeriahkan oleh penampilan-penampilan dari setiap fakultas maupun setiap jajaran Unmul melalui regu yang disiapkan. Saat ini ada sekitar 31 regu yang terlibat dalam Kirab Budaya ini dengan total sekitar ratusan peserta yang tergabung dalam setiap regu.
Abdunnur juga menilai Kirab Budaya ini akan menjadi agenda rutin yang akan dilaksanakan setiap tahun. Sebab, Indonesia merupakan negara yang kaya akan adat istiadat dan budayanya. Maka dari itu momentum seperti ini mampu menjaga persaudaraan.
Pihaknya mengaku ingin menjaga persatuan lewat ragam budaya sekaligus Unmul akan menjadi salah satu perguruan tinggi yang menguatkan kebudayaan di seluruh Nusantara.
“Beragam yang ditampilkan, ada tarian adat, tarian yang sesuai dengan jurusan, sulap bahkan ada juga tadi yel-yel dan masih sebagainya,” ucap dia.
Salah satu peserta Kirab Budaya dari Fakultas Teknik Unmul. Prof Thamrin mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti kegiatan tentang budaya tersebut.
“Kami diberi kebebasan untuk menggunakan pakaian adat manapun, dan kebetulan saya menggunakan pakaian adat Banjar,” bebernya.
Senada dengan Abdunnur, Thamrin menyebutkan bahwa ini merupakan bagian dari menjalin persatuan dalam keberagaman adat dan budaya di Indonesia.
“Saya apresiasi kegiatan ini, kalau bisa setiap tahun harus dilaksanakan lagi,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur










