Launching dilakukan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, di D’Longe Room, Hotel Royal, Sangatta. Kegiatan tersebut juga turut disaksikan sejumlah pimpinan Perangkat Daerah (PD), para camat dan undangan lainnya.
Kepala Disnakertrans Roma Malau dalam kesempatan itu berterima kasih kepada Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang telah memberikan perhatian kepada para pekerja rentan yang selama ini belum terjamin dalam perlindungan sosial (BPJS Ketenagakerjaan).
Hal itu menurutnya, sesuai dengan Undang-undang Dasar Pasal 34 ayat (1) Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara dan ayat (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.
“Terima kasih atas dukungan Bupati Kutim terhadap bantuan berupa pemberian perlindungan ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan. Di mana pekerja rentan ini, adalah salah satu yang tidak menerima upah (secara tetap). Seperti nelayan, petani, ojol (ojek online), buruh lepas dan lainnya. Ini merupakan langkah yang tepat, diambil oleh Pemkab Kutim untuk kepentingan orang banyak, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Kutim,” kata Roma Malau.
Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kutim ini juga meminta para camat sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten, agar benar-benar dapat memberikan data pekerja rentan yang memang layak untuk dibantu BPJS Ketenagakerjaannya.
“Hari ini kita launching 14.500 orang yang menerima, namun di APBD-P akan ditambah menjadi 85 ribu orang penerima. Terima kasih pak Bupati untuk perhatian kepada masyarakat Kutim, sesuai dengan visi Menata Kutai Timur Sejatera untuk Semua,” ungkap Roma.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan Erfan Kurniawan memberikan apresiasi kepada Pemkab Kutim atas wujud kepeduliannya kepada masyarakat Kutim dalam hal memberikan perlindungan sosial berupa BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja rentan.
“Ini akan menjadi Univesal Coverage, artinya hampir seluruh masyarakat Kutim dilindungi BPJS Ketagakerjaan. Tapi kita (BPJS Ketenagakerjaan) masih punya PR besar, kami, butuh support dari PD semua agar betul-betul penerima perlindungan ini tahu program ini,” kata Erfan.
Di tempat yang sama, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, sampai sejauh ini pemerintah terus hadir dalam upaya memberikan perlindungan bagi masyarakat. Tidak hanya perlindungan terkait kesehatan, tapi juga perlindungan sosial lainnya, seperti jaminan kecelakaan kerja, kematian, hari tua, pensiun dan kehilangan pekerjaan (PHK).
“Kalau sekarang 45 ribu akan jadi 85 ribu nanti, dengan berbagai pekerjaan yang dimiliki baik nelayan, UMKM, guru ngaji, imam masjd, ustadz, pendeta, TK2D, dan pekerja lepas yang bekerja dimana saja. Saya berjanji waktu itu, akan kita cover BPJS Ketanagakerjaan rentan, ada pekeja-pekerja rentan yang notabene menjadi tulang punggung keluarga,” ucap Bupati Ardiansyah ditemui usai kegiatan itu.
“Yang rentan ini, maksudnya selama kemampuan hidupnya tidak seperti PNS atau pekerja tetap yang menerima upah, dan mereka hanya mengandalkan seberapa saja yang diterima itu yang digunakan dalam rangka untuk menghidupi kegiatan keluarga, baik untuk kesehatan dan lain-lain. Maka negara harus hadir dan perpanjangan dari negara adalah kita yang di pemerintah daerah,” terang orang nomor satu di Pemkab Kutim ini.
Selanjutnya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyerahkan secara simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 5 orang perwakilan masing-masing bagian yakni dari BPBD, Ojol, Doja, Bagian Kesra, dan Dinas Koperasi dan UMKM. Dan juga turut diserahkan penyerahan simbolis penerima manfaat santunan Jaminan Kemantian (JKM) untuk pekerja rentan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bontang, Arvino mengatakan akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Kutai Timur agar bisa mewujudkan full coverage 100 persen program jaminan sosial ketenagakerjaan di Kutai Timur.
"Kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Kutai Timur terkait masyarakat yang masih belum terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan agar full coverage 100% dapat tercapai" ucap Arvino.
Di akhir keterangannya Arvino mengucapkan terima kasihnya kepada Bupati Kutai Timur dan jajaran atas inisiatifnya untuk mendaftarkan para pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati yang turut menginisiasi perlindungan kepada masyarakatnya terutama para pekerja rentan di sektor informal," tutup Arvino.
Besarnya manfaat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dibuktikan langsung dengan diserahkannya santunan kematian yang penyerahan simbolis diberikan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman kepada ahli waris almarhum Rahman seorang nelayan dari Dinas Perikanan sebesar Rp42 juta, ahli waris almarhum Randu seorang pedagang dari Dinas Koperasi dan UMKM sebesar Rp42 juta, ahli waris almarhum Rita Yuspita dari KPPS KPU di Muara Bengkal sebesar Rp42 juta, dan ahli waris Fajar Sodik dari Panwascam Bawaslu Muara Ancalong sebesar Rp84 juta. (Adv)